PERTAMA KALI DI BELU, SUNAT MODERN TANPA JARUM SUNTIK

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU — Selasa (21/01), Sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan sunatan modern yang dilakukan dengan metode Super Ring, Tim Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu dan Takmir Masjid Agung Hidayatullah melakukan aksi sosial Sunatan Massal Tanpa Jarum Suntik. Aksi Sunatan Massal ini berlangsung di Masjid Hidayatullah – Atambua, Senin 20/01/2020.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Belu didampingi Kepala bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Cristoforus M. Loe Mau, SE dan Tim Medis asal Kabupaten Belu.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan menyampaikan terima kasih kepada Tim sunat Indonesia asal Madiun- Jawa Timur yang telah berpartisipasi secara aktif dalam aksi kepedulian sosial sunatan massal di Kabupaten Belu.

Menurut Wabup Ose Luan, sunat itu adalah kekuatan, tetapi nyatanya sunat itu adalah untuk menjaga kesehatan dan memiliki nilai – nilai budaya, tradisi dan rohani.

“Aksi sosial sunat modern ini memiliki metode baru yang dilakukan tanpa jarum suntik dan sebagai Pemerintah Kabupaten Belu Kita menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Dokter dan panitia yang sudah melaksanakan tugas mulia secara gratis,” ujar Wabup Ose Luan.

Sementara itu, disela – sela kegiatan, Perwakilan Tim Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik – Deasy Herlinda menjelaskan tujuan dari sunatan massal ini untuk
memperkenalkan sunat modern tanpa jarum suntik di seluruh NTT, dan Kabupaten Belu merupakan Kabupaten pertama yang dikunjungi untuk melakukan misi sosial.

” Saya mewakili Tim Sunat Modern tanpa Jarum Suntik Indonesia, selain kami memperkenalkan sunat modern ini, juga sebagai salah satu misi sosial yang dilakukan di Kabupaten Belu yang melibatkan sekitar 100 orang dengan tujuan adalah untuk kesehatan anak – anak,” kata Deasy disela – sela kegiatan.

Salah Satu Dokter yang merangkap sebagai Direktur Indosunat Madiun, Jawa Timur – Toto Dinar Wijaksono menuturkan metode yang digunakan ini berbeda dengan metode konvensional dan prosesnya juga tanpa jarum suntik lagi. Dikatakannya selain mengurangi rasa sakit dan cemas anak – anak, sunat ini juga memiliki kelebihan, yaitu pengerjaannya hanya 3 – 5 menit dan mengurangi rasa nyeri.

” Jadi, teknik ini pertama kali kami lakukan di Atambua dengan metode baru yakni Metode super ring, tanpa jahitan dan anak-anak langsung bisa beraktifitas dan sebagainya,” tandas Toto, Direktur IndoSunat.

Untuk diketahui, Sunat Modern ini direncanakan akan diperkenalkan di Kabupaten Malaka, Ende dan seluruh Wilayah di Provinsi NTT.

Foto/Berita: Norci Man & Jhon Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.