763 PERSONIL BAWASLU BELU DIKERAHKAN UNTUK MENGAWASI MASA TENANG PEMILU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – SABTU ( 13/04 ), Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Kabupaten Belu menggelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pada Masa Tenang Pemilihan Umum ( Pemilu ) Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Belu.
Peserta apel diikuti oleh Pengawas Kecamatan, Pengawas Desa serta Pengawas TPS dari 12 Kecamatan se- Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, keramaian, pohon dan luar ruangan

Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Pereira, S.Fil mengatakan hari ini ada tiga kegiatan yang dilakukan secara serentak di seluruh Wilayah Indonesia, yakni apel siaga sebagai bentuk persiapan Bawaslu menghadapi pemilu terutama dalam masa tenang, patroli serentak di 12 Kecamatan dan rapat konsolidasi pengawasan pemilu dengan mengerahkan 763 personil yang terdiri dari 623 Pengawas TPS, 81 Pengawas Desa dan Kelurahan, 36 Pengawas Tingkat Kecamatan dan 3 anggota Bawaslu Kabupaten Belu. Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk ikut terlibat dalam Pemilu, terutama melaporkan apabila terjadi dugaan pelanggaran pemilu mengingat pemilu merupakan pesta rakyat.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

“Masa tenang menjadi fokus pengawasan Bawaslu karena kita tahu bahwa masa tenang yang seharusnya menjadi masa di mana orang merekfleksikan diri atau menenangkan diri dalam menghadapi pemilu, tetapi di Indonesia masa tenang dalam prakteknya menjadi masa yang tidak tenang. Pada masa tenang seperti ini, para Calon Legislatif (Caleg) peserta pemilu mulai melakukan gerilya di saat – saat terakhir. Sayangnya, gerilya – gerilya seperti ini sering melanggar ketentuan,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 13 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kabupaten Belu, Agustinus Bau, S.Fil mengatakan Bawaslu bertekat agar seluruh masyarakat Kabupaten Belu tidak menodai masa tenang dengan politik uang, kerena hal itu akan menjadi momok bagi demokrasi di Indonesia. Lanjutnya, bagi Bawaslu politik uang di anggap sebagai embrio dan tindakan korupsi oleh para pemimpin. Hal itu muncul ketika pada masa tenang seperti ini banyak calon anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden hingga tim kampanye bermain uang.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, topi dan luar ruangan Gambar mungkin berisi: luar ruangan

” Undang – undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu secara tegas melarang semua pihak melakukan gerakan politik uang serta menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih karena hal itu dapat dikategorikan sebagai tindakan pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Patroli masa tenang akan berlangsung selama 3 hari, yakni dari tanggal 14 April sampai dengan tanggal 16 April 2019.

Foto/Berita: Frans Leki & Jhon Da Silva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.