50 ORANG WARGA KELURAHAN FATUBENAO MENERIMA BPNT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (24/06), Sebanyak 50 orang warga Kelurahan Fatubenao, menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Belu – Willybrodus Lay,SH didampingi Pimpinan Cabang Bank BRI Cabang Atambua – Stefanus Juarto dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu – Elli CH. Rambitan, SH, MH bertempat dikantor Lurah Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Bantuan Sosial Pangan merupakan salah satu program penanganan kemiskinan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang terdiri dari Bantuan Sosial Pangan Non Tunai dan Program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (RASTRA). Penerima Bansos Pangan adalah keluarga miskin yang ditetapkan sesuai data terpadu Program Penanganan fakir miskin Kementerian Sosial, sebagai penerima manfaat program dengan kondisi sosial ekonomi 25% terendah di daerah pelaksanaan.

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH dalam sambutannya mengatakan agar ditahun yang akan datang masyarakat di Kabupaten Belu dapat keluar dari permasalahan kemiskinan.

“Saya berharap di tahun depan, jumlah Kepala Keluarga yang menerima bantuan ini akan berkurang, artinya jumlah KK miskin di Kabupaten Belu ini juga ikut berkurang. Oleh karena itu saya harap masyarakat di kabupaten Belu, khususnya masyarakat di Kelurahan Fatubenao yang menerima bantuan ini juga harus hidup bertani atau bercocok tanam sehingga hasil dari bercocok tanam dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan makan minum sehari-hari,” ujar Bupati Belu, pada saat memberikan sambutan dalam acara launching Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Senin (24/06/2019).

Dikatakan Kadis Sosial Kabupaten Belu – Elli CH. Rambitan, SH, MH dalam sambutannya bahwa tujuan dari BPNT adalah mengurangi beban Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan, memberikan gizi yang lebih seimbang kepada keluarga penerima manfaat,meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan bantuan pangan bagi keluarga penerima manfaat. Memberikan pilihan dan kendali kepada keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Pada tempat yang sama, Pimpinan Bank BRI Cabang Atambua – Stefanus Juarto menyampaikan bahwa bantuan yg diterima oleh masyarakat yang dulunya berupa beras yang langsung diberikan oleh Dolog, saat ini telah diganti menjadi Kartu. Kartu ini berwarna merah putih dengan jumlah nilai di dalam kartu sebesar Rp.110.000,- dan dapat dibelanjakan pada agen BRI LINK berupa telur dan beras, tergantung kebutuhan dari masyarakat.

“ Di agen BRI LINK harga akan disesuaikan dengan kualitas beras yg ada, begitu juga dengan telur, yang terpenting adalah nilainya tidak melewati dari standart yang ada di kartu. Barang yang dapat dibelanjakan hanya beras dan telur, ucap Pimpinan Bank BRI cabang Atambua.

Bantuan pangan Non Tunai ini setiap bulannya sudah bisa dicairkan setiap tanggal 10 dalam bulan. Setiap tanggal 10 masyarakat dapat datang ke agen BRI LINK dengan membawa kartu, sehingga bisa ditukarkan menjadi beras dan juga telur. Masyarakat juga akan diberikan Kartu dan juga buku rekening agar dapat menabung di Bank BRI

Hadir pada acara Launching Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (bpnt) yakni Tim Koordinasi Bansos Pangan Kabupaten Belu, Kepala Bulog Sub Divre Atambua, Camat Kota Atambua, Para Lurah sekecamatan Atambua.
Berita/Foto: Novita Bogar & Andy Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.