17 TIM TAMPIL MEMUKAU DALAM GRAND FINAL FESPARAWI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Sabtu (23/11), Setelah melalui dua babak pengisian yang berlangsung di PLBN Wini dan PLBN Motaain, Festival Paduan Suara Gerejawi Indonesia-Timor Leste tahun 2019 sampai pada babak Grand Final dan Festival ini ditutup oleh Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan berlangsung di Plaza Pelayanan Publik Timor Atambua.

Sebanyak 17 tim tampil dalam babak puncak yakni Vincenso Singers (Kefamenanu), OMK ST.Theresia (Kefamenanu), Smantura Choir (Mena, Kabupaten TTU), Paroki Nossa Senhora Do Rosario (Oecusse) , SaoMiquel Arcanjo Padiae (Santo Michael arkanju Padiae Oecusse), Magnificat Choir (Atambua), Holly Spirit (Koor Paroki Fatubenao Atambua), Vocalista Bella (Tenubot Atambua), Voka Aruditan Unika Kupang, PS Cantata Badarai (Paroki St.Yohanes Pemandi Haliwen), Laudate Choir Unimor (Kefamenanu), koor ST. Arnoldus Yansen (Maliana), Coro Paroquia Sao Jose Aimutin (Dilli), Coral Nossa Senhora Do Carmo Catedral (Dilli), Coro Maria Auxikiadora Comoro (Dilli), Katrot Silawan Choir (Silawan), PS Santa Maria Regina Celi (Atambua).

Wakil Bupati Belu – Drs.J. T. Ose Luan mengatakan kita patut berterima kasih kepada kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang telah melaksanakan Festival Paduan Suara Gerejawi mulai dari babak pengisian sampai dengan Grand Final di Kabupaten Belu perbatasan ini.

” Saya berterima kasih karena kegiatan sebesar ini dapat terjadi di Kabupaten Belu, atas nama Pemerintah Kabupaten Belu dan masyarakat menyampaikan selamat datang untuk semuanya yang datang berlomba untuk memuji Tuhan,” kata Wabup.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste – Sahat Sitorus mengatakan melalui Festival ini bukan mencari juara tetapi untuk bersama-sama memuji Tuhan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu, Dandim, Kapolres dan Pimpinan PBLN Wini, Motaain, Motamasin, Napan atas kerjasama yang baik ini.

“Saya selaku duta besar untuk Timor Leste akan terus mendukung dan memperhatikan lalulintas bagi saudara dari timor leste yang emngikuti festival seperti ini,” Ungkap Sahat Sitorus.

Sementara itu Perwakilan Asdep Pemasaran I Region III Kementerian Pariwisata RI – Herbin Saragi mengatakan yang ditonjolkan dalam festival ini yakni kolaborasi dan kerjasama hubungan antar dua negara.

” Kali ini kita akan mempererat hubungan antara dua negara melalui event-event seperti ini. Biasanya event sebelumnya kedua Negara hanya sebagai penonton, tetapi kali ini kita lakukan kedua negara ini sebagai peserta dan aktif dalam event ini. Dari pihak negara Timor Leste juga menginginkan akan event seperti ini dapat dilanjutkan lagi, karena animo masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti event seperti ini, kedepannya event ini akan dipersiapkan lebih matang lagi, dalam artian kita libatkan beberapa daerah Kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste contohnya Kupang, TTS dan Malaka,” ujarnya saat ditemui media Kominfo Belu di akhir acara.

Keluar sebagai Juara dalam Festival Paduan Suara Gerejawi Indonesia Timor Leste yakni Juara I – Voka Aruditan Unika Kupang, Juara II – Laudate Choir Unimor (Kefamenanu), Juara III ¬- Vincenso Singers (Kefamenanu), Juara IV – Magnifikat Choir (Atambua), Juara V – Holly Spirit ( Koor Paroki Fatubenao Atambua ) .

Foto/Berita: Anna Ukat & Jun Naibuti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.