1500 PENARI LIKURAI TAMPIL MEMPESONA DIPUNCAK BUKIT FULAN FEHAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Senin (28/10), Sebanyak 1.500 penari Likurai beraksi di padang rumput Fulan Fehan tepatnya di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, keramaian, langit, luar ruangan dan alam

Dalam Festival Fulan Fehan yang bertemakan Musikal Rai Belu ini juga ada beberapa ragam tarian yang dihadirkan. Banyak tarian yang diperlihatkan diacara ini sebagai bentuk keragaman budaya yang ada di Negara Indonesia dan Timor Leste. Tarian itu diantaranya yakni Tarian Bidu Kikit, Tarian Antama, Tarian Ipi Lete serta Tarian Likurai.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, gunung, luar ruangan dan alam Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, gunung, luar ruangan dan alam

Tarian Likurai Kolosal yang menampilkan anak-anak, remaja hingga orang dewasa tersebut membuat mata penonton terpukau, Festival Fulan Fehan yang menghadirkan 1500 orang penari yang berkolaborasi dengan koreografer bertaraf internasional, Eko Supriyanto membuat belasan ribu penonton yang hadir dibuat berdecak kagum karena terlihat sangat memukau dan berkelas.

Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang tersenyum, orang berdiri, pernikahan dan luar ruangan

’’ Kami ingin mengangkat budaya yang ada di Kabupaten Belu, agar lebih dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia serta dikenal dunia. Karena tarian Likurai ini adalah tarian tradisonal yang sesungguhnya lahir dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, apalagi tarian ini di tampilkan di tempat kami yang sangat indah untuk dinikmati para wisatawan,” ujar Bupati Belu-Willybrodus Lay, Senin (28/10/2018).

Bupati Belu juga menyebutkan dengan adanya Festival ini dirinya ingin adanya pemberdayaan Ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, langit, gunung, luar ruangan dan alam

“ Dengan adanya Festival Fulan Fehan ini masyarakat juga bisa datang berjualan disini, dan ukm-ukm yang ada bisa mendapat pendapatan yang jauh lebih banyak di tempat ini,’’ Harap Bupati Belu.

Sementara itu Tenaga Ahli dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI – Esthy Reko Astuti dirinya sangat mengapresiasi dengan adanya festival Fulan Fehan ini, kiranya Kegiatan ini tetap terus dipertahankan, karena kegiatan ini sudah masuk untuk kedua kalinya dalam Calender of Event Wonderful yang memang merupakan Calender event nasional.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, gunung, langit, luar ruangan dan alam

“ Semoga di tahun depan kegiatan ini sudah dikurasi dan masuk kembali dalam Calender of event wonderful. Kita dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif juga berharap semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menarik kunjungan dari para wisatawan domestik serta dari mancanegara khusunya dari tetangga kita negara Timor Leste, sehingga akan berdampak baik bagi Usaha Kecil Menengah yang ada disini serta industri pariwisatanya,’’ Ujarnya.

Gambar mungkin berisi: 10 orang

Hadir dalam kegiatan ini pejabat yang mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Wakil Bupati Belu, Sekda Belu, Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri RI Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Pejabat yang mewakili Danlantamal Kupang, Deputi dari Badan Ekonomi Kreatif, Perwakilan Agen Consulado Timor Leste di Atambua, Ketua rombongan Timor Leste, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Pimpinan DPRD Kabupaten Belu beserta Anggota, Forkompinda plus Kabupaten Belu, Pejabat yang mewakili Bupati Malaka, Pejabat yang mewakili Bupati TTS, pejabat yang mewakili Bupati SBD, Pejabat yang mewakili Bupati Alor, Pejabat yang mewakili Bupati Nagekeo, Pejabat yang mewakili Bupati Manggarai, Pimpinan perangkat Daerah, Pimpinan Organisasi Wanita, Kurator – Eko Supriyanto dan crew ISI Solo, Sanggar Loro Oan dari Timor Leste, para penari serta pemuka adat dari Kabupaten Belu dan vokalis Kaka Slank.

Berita / Foto: Novita Bogar & Okto Mali

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.