YONIF 514 RAIDER/KOSTRAD TINGGALKAN PERBATASAN TIMOR LESTE

Facebookrssyoutube

ATAMBUA, Setelah bertugas selama 10 bulan 10 hari menjaga perbatasan Sektor Timur, di Atambua, Kabupaten Belu, NTT dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Yonif 514 Raider Kostrad akhirnya kembali ke kesatuannya di Bondowoso, Jawa Timur.

Acara pelepasan Satgas Pamtas ini berlangsung di Mabes Satgas Pamtas, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat dan dipimpin langsung Penjabat Bupati Belu, Drs. Wilhelmus Foni, M.Si, Sabtu (19/9/2015).
“Banyak kegiatan telah kita lalui bersama dan hari ini dalam perjalanan yang panjang, sejarah akan mencatat, di propinsi ini, di daerah ini, dan di tanah rai Belu. Sejarah tidak pernah melupakan bahwa ada putera-putera bangsa yang terpanggil dan terpilih hadir di Rai Belu untuk memberikan tegaknya Merah Putih, tegaknya NKRI, tegaknya pancasila, tegaknya Bhineka Tunggal Ika. Perspektif inilah yang dibawa ke Rai Belu dan harus dibawa kembali ke Bondowoso atau kembali kemana saja,” ujar Willem Foni dalam sambutan.

Selaku pemerintah, Pj. Bupati ini menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Yonif 514/Raider Kostrad yang telah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan dengan baik, sehingga situasi keamanan di perbatasan RI-RDTL tetap kondusif, kemitraan pemerintah dan TNI selama ini berjalan dengan baik, berbagai program yang dilaksanakan Satgas Yonif 514 sejalan dengan program pemerintah daerah. Hal ini berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat perbatasan.
“Saya mewakili masyarakat Belu dan bersama unsur Forkompinda menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Yonif 514 R/Kostrad yang telah datang jauh-jauh meninggalkan keluarga untuk menjaga kami di perbatasan. Banyak hal yang telah dibuat dan menjadi kenangan bagi masyarakat Belu. Kehadiran Satgas Pamtas Yonif 514 telah melegitimasi bahwa martabat bangsa ini selalu dijaga dan ditegakkan di daerah perbatasan NKRI-RDTL. Saya yakin kehadiran ini selalu membuat masyarakat perbatasan semakin mencintai TNI. Selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru,” ungkapnya.

12001053_1466795913627746_558258929962531934_o

Sementara Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Letkol (Inf) Muhamad Naz mengatakan, dengan kekuatan 350 orang personil, TNI menggelar pasukan mulai dari Motaain sampai di Desa Nanae’noe, Kecamatan Nanaet Duabesi. Pihaknya meyakini bahwa keberadaan Yonif 514/R dalam mengamankan perbatasan RI-RDTL sudah melaksanakan tugas Negara dengan sepenuh hati.
“Sebagai personil, TNI selalu siap melaksanakan tugas apapun sesuai tugas pokok dari Mabes TNI, mendapat perintah untuk membantu pemerintah daerah sehingga berbagai program sukses dilaksanakan, mulai dari pembinaan teritorial, patroli patok batas, pengamanan penyelundupan BBM, narkoba dan senjata api. Kondisi tersebut telah membantu memotivasi masyarakat dalam bidang perikanan, pertanian, dan menumbuhkan semangat nasionalisme bagi anak didik di perbatasan,” ungkap Naz.

Disampaikan pula, Yonif 514 boleh pergi dan berganti personil, tetapi Satgas Pamtas RI-RDTL tidak pernah tergantikan. Semua program yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik. Ini semua karena kerjasama yang baik antara pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Belu ini.
“Meski berat menjaga perbatasan dengan berbagai permasalahan, tetapi semua dapat kami jalankan dengan baik. Terima kasih untuk semuanya,” ungkapnya mengakhiri.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL yang berasal dari Yonif 725 Woroagi, Mayor (Inf) Nurman Syahreda, SE menyatakan siap melanjutkan tugas Yonif 514 dalam menjaga perbatasan RI-RDTL di sektor Timur ini. Program yang telah di laksanakan akan dilanjutkan,dan disesuaikan dengan ciri khas Batalyon 725- Sulawesi.
“Semua program yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat akan dilaksanakan. Kami berharap kerja sama yang baik antara seluruh stakeholder di Kabupaten Belu dapat terus terbangun. Semua personil berjumlah 350 orang, telah selesai melakukan persiapan latihan berupa kemampuan perorangan, bela diri militer, menembak, serta beberapa kemampuan yang akan menunjang tugas-tugas TNI selama bertugas di perbatasan. Karena bertugas di daerah perbatasan, maka personil harus mendapatkan pelatihan tentang keimigrasian dan pengetahuan mengenai perbatasan serta perlakuan terhadap wilayah perbatasan,” beber Nurman Syahreda.

Disampaikan pula, personelnya telah dibekali pengetahuan tentang ketahanan pangan, karena nantinya mereka akan membantu warga perbatasan dalam hal pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Pelepasan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 514 Raider Kostrad dihadiri oleh Dandim 1605 Belu, Kapolres Belu dan pimpinan SKPD Belu. Usai upacara pelepasan, ke-350 personil Yonif 514/R langsung berangkat ke Kupang dengan menggunkan jalan darat, dan selanjutnya akan menggunakan kapal laut menuju satuannya di Bondowoso. (humassetdabelu)

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com