UBI UNGU JADI PILIHAN TERBAIK MASYARAKAT BELU

Facebookrssyoutube

KAKULUK MESAK, Dampak Iklim El Nino yang terjadi menyebabkan juga kekeringan di Kabupaten Belu. Akibatnya masyarakat di daerah ini mengalami gagal tanam dan gagal panen yang berakibat pada kekurangan pangan. Banyak cara yang diantisipasi pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini dan salah satunya adalah penanaman pangan lokal seperti ubi ungu. Demikian dikatakan Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Alfredo P. Amaral ketika menyampaikan laporan singkat pada acara Penanaman Simbolis Ubi Ungu di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Jumat (27/05/2016).

Dijelaskan Amaral, masyarakat Kabupaten Belu yang mengalami dampak kekeringan sebanyak 49. 585 jiwa atau sebesar 22 persen dari seluruh penduduk. Sedangkan khusus untuk Kecamatan Kakuluk Mesak sebanyak 2574 KK dan 11.716 jiwa setelah Kecamatan Raimanuk.
“Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya dengan penyaluran Raskin yang sementara ini masih dalam proses. Karena tahun Raskin tahun 2015 sudah selesai dibagi tapi untuk tahun 2016 dikaitkan dengan penggalian lobang untuk penanaman ubi ungu,” tandasnya sambil menambahkan selain Raskin ada juga Operasi Beras Murah di setiap kecamatan dan intervensi program dan kegiatan Penanaman Bawang Merah Tuk Tuk.

Khusus Bawang Merah Tuk Tuk, menurut Kaban Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, sudah dilakukan penanaman di 12 lokasi di desa Fatuketi dan Dualuas dengan luas lahan 11,2 hektar dengan bedeng yang sudah disiapkan sebanyak 1137.
“Masyarakat sudah menanamnya secara langsung dan yang sudah disemaikan sebanyak 239 bedeng dan yang belum ditanam sebanyak 898 bedeng,” katanya lagi.

Hal ini terjadi karena bibit yang tersedia masih sangat kurang dan harus diadakan atau disiapkan lagi sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Sementara untuk Ubi Ungu masyarakat Kabupaten Belu sudah mempersiapkan 190.315 lubang yang sudah digai dan siap ditanami.
“Kalau untuk Kecamatan Kakuluk Mesak lubang yang sudah digali sebanyak 91.460 lubang dan desa Fatuketi sudah mempersiapkan 16.660 lubang yang siap ditanami dan sehingga pada kesempatan ini dapat dilakukan penanaman secara simbolis untuk 5630 lubang di lokasi,” bilangnya.
Terkait bibit Ubi Ungu yang dipersiapkan, Alfredo mengemukakan saat ini yang tersedia hanya 5000 anakan sehingga masih terdapat kekurangan 630 anakan di Fatuketi dan 185.315 anakan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Belu.
“Kekurangan ini sudah dikomunikasikan dengan pihak yang berkompeten sehingga pada waktunya dapat ditambahkan atau digandakan untuk memenuhi permintaan masyarakat di seluruh Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Belu ini,” ungkapnya lagi.

Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan pada kesempatan itu mengutarakan penanaman Ubi Ungu ini merupakan upaya positif yang dipikirkan dan ingin dilakukan Pemerintah Kabupaten Belu, walau harus diakui bahwa banyak keterbatasan yang dimiliki.
“Memang terdapat banyak kesulitan, tapi kita harus tetap melakukannya dalam rangka mengatasi kendala dengan menempuh langkah seperti ini,” ujarnya.

Sehubungan dengan kekurangan bibit, mantan Sekda Belu ini mengemukakan akan terus diupayakan sehingga pada waktunya seluruh masyarakat Kabupaten Belu dapat menanam Ubi Ungu ini sebagai pangan pengganti makanan yang berkualitas.
Diakuinya, memang ada gagal tanam dan gagal panen akibat dari gagal tumbuh. Akan tetapi hal tersebut tidak boleh menyurutkan semangat dan motivasi dari masyarakat dan pemerintah untuk terus mencari solusi, sehingga bisa keluar dari kondisi yang ada.

Penamanan Ubi Ungu secara simbolis ini dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Vivi Lay Ng, Asisen Pembangunan Marsel Mau Meta, Para Pimpinan SKPD se-Kabupaten Belu dan masyarakat desa Fatuketi. Usai penanaman secara simbolis, dilakukan juga peninjauan lokasi penanaman Bawang Merah Tuk Tuk di lokasi setempat. (humassetdabelu)

Reporter dan Foto : Herry Klau

Facebookmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com