PERUMAHAN UNTUK WARGA BARU

Facebookrssyoutube

ATAMBUA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera) Republik Indonesia akan membantu perumahan bagi warga baru yang belum memiliki rumah tinggal dan rumah layak huni. Bantuan Kemen PU-Pera merupakan lanjutan dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan program bedah rumah untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia dan khususnya masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL.
Masyarakat Kabupaten Belu ditargetkan menerima bantuan sebanyak 260 unit rumah di Desa Fatuketi yang akan di tempati 50 kk, Desa Dualaus 116 kk dan Desa Silawan 100 kk. Kaitan dengan rencana pembangunan rumah tersebut, pihaknya telah menurunkan staf untuk melakukan survei lokasi sekaligus akan mereview masterplan yang ada sesuai kondisi kebutuhan masyarakat. Demikian penyampaian Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Dr. Ir M. Basuki Hadimuljono, M.Sc, Rabu (30/9/2015) di hadapan rakyat Desa Dualaus, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu.
“Tim kami sudah ada disini dan sudah melakukan survey. Nanti kami akan buat side plannya, kita review dulu dan kita buat yang lebih layak dan nyaman. Sehingga dalam bulan ini dapat segera kita laksanakan,” ungkap Basuki.

Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso dalam kesempatan itu mengatakan kehadirannya bersama para menteri semoga dapat membawa perubahan kepada warga yang ada di wilayah perbatasan ini.
“Kami hadir dengan niat baik untuk mengurus anda sekalian. Saya tidak rela anda terlantar di Indonesia ini. Mudah-mudahan kehadiran saya bersama para Menteri di sini, dan tahun depan keadaannya sudah akan berubah. Bukan hanya rumah saja yang dibangun tetapi juga sekolah, Rumah Sakit dan tempat ibadah. Sementara yang petani akan dibantu melalui Kementerian Pertanian, yang nelayan akan dibantu melalui Kementerian Kelautan, itu rencana besar kami,” ungkap Sutiyoso serius.

Menjawab pemaparan Kadis PU dan Perumahan Kabupaten Belu, Dra. MK. Eda Fahik terkait rencana pembangunan resetlemen bagi 260 KK warga baru di perbatasan RI-RDTL, Sutiyoso mengatakan side plan untuk rumah dengan tipe 45, dengan ukuran lahan 10 x 26 meter belum memenuhi standar sebuah rumah tinggal.
“Rumah tipe 45 dengan 2 kamar saja, itu kurang manusiawi. Saya minta standarnya 60, Pak Menteri mohon dengan sangat agar standarnya jangan 45 karena saya pernah merasakan mendiami rumah seperti itu semasa perjuangan dulu,” ungkap mantan Pangdam Jaya ini di hadapan Menteri PU Pera, Mendagri, Menkes, Gubernur NTT, Penjabat Bupati Belu, Sekda Belu dan Ketua DPRD Kabupaten Belu.

Dia menambahkan, Pemerintah Indonesia akan serius memperhatikan nasib warga baru yang telah setia memilih Indonesia. Dirinya berharap agar warga baru yang saat ini bermukim di wilayah Indonesia untuk tetap bersabar.
“Kita ingin saudara dan anak-anaknya bisa hidup dengan layak dan pantas . Saya jamin nanti sekolah dan rumah sakit tidak ada yang bayar, jadi saya minta kesabaran dan kerjasama yang baik dalam arti jangan membuat ulah yang kurang baik/kurang menguntungkan, tunjukkan kesabaran anda saya tau penderitaannya sudah terlalu lama tetapi saya pastikan mudah mudahan kalau kita tepat pembangunannya, tahun depan nasib anda sudah berubah dengan lebih baik lagi, “ tandas Sutiyoso.

Lebih jauh Mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode ini mengatakan, kita patut menghormati dan menghargai nasionalisme warga Belu kelahiran Timor Leste yang masih tetap setia memilih merah putih.
“Walaupun di sana (Timor Leste, red) telah menjadi negara sendiri tetapi anda (warga baru, red) masih tetap memilih Merah Putih. Itu yang luar biasa dan harus kita hormati. Bagaimana menghormati nasionalisme terhadap republik ini, itulah yang kita urus sekarang, anda patut hidup lebih baik dan layak di Republik Indonesia ini,” tambah Sutiyoso. (humassetdabelu)

Facebookmail

2 thoughts on “PERUMAHAN UNTUK WARGA BARU

  • March 7, 2017 at 5:02 pm
    Permalink

    menurut info yg sya dpat, rumah ini akan di bayar uang muka Rp 2, 500.000 /kk. apa benarjan info yg kami dapat ini benar? mohon di jawab ya

    Reply
  • March 7, 2017 at 5:12 pm
    Permalink

    rumah yg akan di tempati masyarakat belu baru, menurut info yg kami dengr, uang muka /rmah di bayar Rp 2.500.000; apakan info ini benar atau salah? mihon di jawab

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com