Penduduk Miskin di NTT Terus Meningkat

Facebookrssyoutube

Kupang – Hasil rilis Susenar per Maret 2014 dan Maret 2015 penduduk miskin di Provinsi NTT meningkat. Dimana pada bulan Maret 2014 posisi penduduk miskin di NTT 994.68 ribu orang dengan presentase 19,82 persen dibulan September 2014 posisi penduduk miskin di NTT menurun menjadi 19,60 persen namun di Maret 2015 penduduk miskin di NTT meningkat menjadi 1.159.84 ribu orang atau 22,61 persen.

Dalam keterangan persnya Kepala BPS Proovinsi NTT, Anggoro Dwi Cahyono kepada wartawan di kantor BPS setempat, Selasa (15/9) mengatakan dalam perhitungan untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar dengan pendekatan dari sisi ekonomi untuk mengetahui kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan.

Menurutnya, sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan adalah data survey sosial ekonomi nasional (SUSENAS) bullan Maret dan September. Jumlah sampel sebesar kurang lebih 75.000 rumah tangga secara nasional di maksudkan supaya data kemiskinan dapat disajikan sampai tingkat Provinsi.

Dimana lanjutnya, jumlah dan presentase penduduk miskin di NTT per bulan Maret dan September 2014 dan Maret 2015 mengalami kenaikan. Yakni bulan Maret 2014 posisi penduduk miskin di NTT 994.68 ribu orang dengan presentase 19,82 persen dan dibulan September 2014 posisi penduduk miskin di NTT menurun menjadi 19,60 persen. Namun sabar dulu, karena di bulan Maret 2015 penduduk miskin di NTT meningkat menjadi 1.159.84 ribu orang atau 22,61 persen.

“Dan posisi secara Nasional juga penduduk miskin mengalami kenaikan yakni dari 10,96 persen menjadi 11,22 persen per Maret 2015, “katanya. Dijelaskannya, bahwa garis kemiskinan di NTT menurut komponen makanan dan bukan makanan pada Maret 2014 dan 2015 adalah untuk total perkotaan dan pedesaan Maret 2014 sebesar 262.955 perkapita perbulan.

“Peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan, “ungkapnya. Dijelaskannya, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan penduduk miskin di Indonesia periode September 2014- Maret 2015 adalah kelompok bahan makanan pada periode ini mengalami inflasi sebesar 4,18 persen.

Indeks harga pada sub kelompok padi-padian, umbi-umbian diperkotaan hasilnya mengalami kenaikan sebesar 10,92 persen yang menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan perlambatan pada semester satu 2015 sebesar 4,84 persen disbanding semester satu 2014 sebesar 4,93 persen ikut berpengaruh terhadap pola konsumsi di NTT. “Dan komoditi yang member sumber terbesar terhadap garis kemiskinan adalah komoditi beras baik di perkotaan maupun di desa, “tandasnya.

Sumber: Timor Express, Rabu 16 September 2015

Facebookmail

One thought on “Penduduk Miskin di NTT Terus Meningkat

  • April 4, 2016 at 12:51 pm
    Permalink

    Saya dapat berita dari website sebelah, yang mengatakan sekarang angka kemiskinan di NTT sudah menurun
    alhamdulillah

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.