Pemerintah Kabupaten Belu Bersama Dekranasda Kabupaten Belu Akan Berpartisipasi Pada Pameran PRODUK UNGGULAN Dan KHAS DAERAH (PUKD) di Bandung

Facebookrssyoutube

 

Hampir 2 tahun pemerintah Kabupaten Belu tidak berpartisipasi pada pameran Produk Unggulan dan Khas Daerah (PUKD), untuk menindak lanjuti hal tersebut maka OPD terkait diundang pada hari Selasa, 13 Maret 2018 bertempat di Rumah Jabatan Bupati Belu untuk membahas persiapan rencana partisipasi terkait pameran yang akan diselanggarakan di Cihampelas, Kota Bandung provinsi Jawa barat pada tanggal 12 s/d 15 April 2018 mendatang.

Dalam rapat pembahasan tersebut dibahas tentang produk dan jenis yang akan dipamerkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Belu bekerja sama dengan tim Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu yang diketuai oleh Ibu Lidwina Viviawaty Lay.

(Peserta rapat pembahasan pameran PUKD)

 

Digambarkan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Belu bapak Drs. Arnol Bria Seo yang membuka kegiatan tersebut juga merangkap sebagai plt Kepala Dinas Pertanian,Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Belu “bahwa produk – produk yang akan dipamerkan pada pameran tersebut diharapkan merupakan produk yang benar – benar tersedia dan berbahan dasar organik”.

Ketika pertemuan tersebut dipandu kepala Bagian Ekonomi Setda Belu, Ir. Frido Siribein, beliau mengatakan bahwa “melalui partisipasi dalam pameran tersebut produk – produk asli dari Belu bisa dikenal masyarakat luas baik di dalam maupun luar negeri karena kita (kab.Belu) sudah cukup lama tidak ikut serta dalam kegiatan promosi seperti ini” beliau juga mengharapkan masukan dari forum rapat tentang bagaimana menentukan upaya ketersediaan tempat pameran (stand), tema pameran, dan juga estimasi biaya selama berlangsungnya pameran.

Masukan yang disampaikan dari Dinas Kominukasi dan Informatika Kabupaten Belu yang diwakili kepala bidang Infrastruktur dan Teknologi Djitro Djon Muskanan, S.Sos adalah pentingnya mendukung pelaksanaan promosi lewat kegiatan pameran dan diharapkan OPD terkait bisa mendukung jalannya rencana tersebut, agar dapat terlaksana sesuai apa yang diharapkan. Selain melakukan promosi lewat pameran, media elektronik berbasis jaringan internet seperti website juga disarankan sebagai salah satu media promosi yang tepat sasaran dan efisien sehingga website – website yang sudah dimilik oleh semua OPD terkait harus segera dikembangkan dan digunakan dengan baik. Sedangkan ke depan, dari hasil pameran tersebut kiranya dapat membuka peluang pasar melalui transaksi online” ujarnya.

Menanggapi terkait transaksi online, ketua Dekranasda Kabupaten Belu ibu Lidwina Viviawaty sangat merespon positif mengatakan, “bahwa Dekranasda sudah pernah melakukan transaksi secara online, namun terkendala dengan pembeli (costumer online) karena tidak tercantumnya harga. Sehingga terjadi pengembelian (refund) oleh penjual kepada pembeli yang berencana order/pesan secara online”. Lebih lanjut beliau mengharapkan “ agar adanya dukungan dari Diskominfo kabupaten Belu terutama operator dan admin (pengelola) website atau situs jual beli online tersebut yang bisa mengelola transaksi online secara baik”. Ibu Vivi juga menjabarkan adanya beberapa jenis produk unggulan yang unik dan alami rencananya akan dibawa ke pameran dimaksud antara lain Tais (kain adat) berbahan dasar alami baik dari benang maupun pewarna, barang – barang adat berupa perak, alat – alat pertanian tradisional, senjata perang tradisional masyarakat Belu saat melawan penjajah dan kuliner khas Belu berupa keripik ubi dan keripik pisang, Se’i (daging yang diolah dengan cara pengasapan) sapi dan Se’i Lidah Sapi dan msih banyak lainnya.

(Ketua Tim Dekranasda Kab. Belu, Ibu Lidwina Viviawaty Lay)

Di akhir rapat beliau mengingatkan kepada para peserta pameran dari Belu yang bekerjasama dengan tim Dekranasda Belu untuk mengutamakan kepuasan pengunjung pameran khususnya di stand kabupaten Belu, pentingnya tingkat kepuasan pengunjung baik yang hanya melihat – lihat maupun yang ingin membeli produk yang dipamerkan menjadi sangat krusial demi memperkenalkan kepada Indonesia tentang segala hal positif dan sumber daya yang ada di kabupaten Belu, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

(FRB, Redaksi)

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com