Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita Atambua,

Facebookrssyoutube

Hari Pendidikan Nasional dirayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetensi era global jika tinggi kualitas manusianya.

fds

“Keterampilan utuh yang dibutuhkan anak-anak Indonesia di abad 21 mencakup tiga komponen yakni kualitas karakter, kemampuan literasi dan kompetensi,” demikian kata Bupati Belu Willybrodus Lay saat mengutip pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Rasyid Baswedan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat kabupaten Belu yang digelar di Halaman Kantor Bupati Belu, Senin (2/5/2016).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Belu membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional dengan tema “Nyalakan Pelita Terangkan Cita – Cita”.

Dalam isi pidato tersebut dikatakan bahwa Tema Hardiknas 2016, ”Nyalakan Pelita Terangkan Cita-Cita”, diangkat dari sebuah harapan besar dan mulia, yang selama ini ada di pundak pendidikan bangsa. Karena kejayaan dan keberlangsungan bangsa ditopang oleh ketersediaan sumber daya manusia yang bermutu tinggi, tanggap, dan handal dalam menjawab berbagai tantangan perubahan zaman.

jh

Makna dari tema Hardiknas ini dapat dimaknai juga sebagai bentuk arahan kepada setiap generasi bangsa, agar mau dan mampu menangkap berbagai peluang dalam rangka peningkatan mutu mereka masing – masing sebagai individu yang terdidik dan tercerahkan.

Memasuki era masyarakat global, berbagai tantangan perlu disikapi dengan kritis dan kreatif oleh kita yang menjadi bagian di dalamnya. Terlebih tanggung jawab ini menuntut dunia pendidikan agar mempersiapkan para peserta didik demi mendapatkan berbagai keterampilan utuh yang diperlukan anak-anak Indonesia di abad 21, yang mencakup kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

fdg

sda

Kualitas karakter yang perlu dikembangkan saat ini adalah karakter moral dan karakter kinerja. Mengapa karakter ini menjadi hal yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan, karena melalui pendidikan, maka wajah bangsa ini akan diukir. Dan saat ini, permasalahan-permasalahan yang timbul mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas sebenarnya mengakar pada masalah karakter individunya yang kurang kuat.

dsafdf

Misalnya, terjadi berbagai kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh masyarakat (pencurian, perjudian, pembunuhan,dst), atau maraknya kasus manipulasi data yang berujung pada tindak pidana korupsi oleh para pejabat, semata-mata bukan disebabkan karena adanya peluang untuk melakukan tindakan, tetapi lebih disebabkan karena lunturnya karakter itu sendiri.

2

Revolusi mental sangat diperlukan untuk merombak kebiasaan-kebiasaan lama yang kurang baik. Kerja keras, rasa ingin tahu, tekun, tangguh, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan adalah beberapa indikator dalam kualitas kinerja. Sehingga diharapkan benar-benar ada sinkronisasi antara kualitas moral dan kualitas kinerja.
5

 

Hal berikutnya, yang juga menjadi perlu dikembangkan dalam rangka memberikan keterampilan utuh pada anak-anak di abad 21 adalah pengembangan literasi, yang bukan hanya mencakup baca, tulis, dan hitung. Tetapi juga literasi teknologi, sains, financial, dan budaya. Khusus untuk dunia pendidikan, pengembangan literasi teknologi menjadi fokus utama.
1

Para pendidik perlu membekali diri mereka terlebih dahulu dengan salah satu kompetensi profesional, yaitu mahir dalam menggunakan alat-alat teknologi untuk menunjang pembelajaran. Berbagai kegiatan pelatihan dan seminar pemanfaatan multi media dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan lagi dan menyebar di semua jenjang sekolah, agar sejak dini, peserta didik mengenal dan memahami teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari. Sehingga generasi abad 21 ini sudah bukan lagi generasi yang gagap teknologi (gaptek).
3

Dari segi kompetensi, menurut Mendikbud, kompetensi yang perlu dikembangkan adalah kemampuan kreativitas, berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi, serta kolaborasi. Semua kompetensi ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak di abad 21 untuk menjawab berbagai permasalahan dalam kehidupan mereka. Kita saat ini tidak dapat lagi melihat ke belakang, apa yang sudah pernah terjadi dalam kehidupan kita.
4

Tetapi kita masih bisa melihat jauh ke depan, di mana masa depan bangsa ini berada. Sehingga memang, kita perlu menyadari tugas dan tanggung jawab dalam memberikan berbagai keterampilan utuh pada anak-anak.
7

Disadari atau tidak, saat ini anak-anak cenderung untuk mengharapkan segala sesuatu yang sifatnya instan. Mereka ingin hidup yang serba mudah dan cepat. Sehingga timbul berbagai kendala yang tumbuh dalam diri mereka sendiri. Ketajaman kreativitas bukan semata-mata hasil cetakan sekolah, tetapi berawal dari diri sendiri. Berpikir kritis, merupakan upaya filter yang diperlukan oleh dirinya sendiri sebagai seorang individu dalam menyaring semua informasi, bila tidak ada sikap kritis, maka dipastikan ia hanya akan menjadi seorang “pengikut”, dan bukannya menjadi seorang “pemimpin”.
5

The Founding Father, para tokoh pemimpin kita terdahulu, telah mengukir sejarah bangsa yang hebat di mata dunia. Mengangkat Indonesia menjadi sebuah bangsa besar di kancah internasional. Dan tongkat estafet itu kini ada di tangan para generasi penerus bangsa. “Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional, kita diajak untuk lebih menyadari peran kita masing-masing agar mau bergotong royong dalam mempersiapkan jalan menuju masa depan bangsa yang lebih baik. (humassetdabelu)
aser
Reporter : Anis Manek

Foto : Herry Klau

sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1526639870976683&id=100008920532196

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com