MENDAGRI: “NKRI HARGA MATI”

Facebookrssyoutube
MENDAGRI: “NKRI HARGA MATI”
Dirun, Lamaknen, Sabtu, 28 10 2017 – Hal tersebut diucapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Cahyo Kumolo ketika bertindak selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 tanggal 28 Oktober Tahun 2017 bertempat di savana Fulan Fehan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.
Upacara yang mengambil tema Nasional yakni “ Pemuda Indonesia Berani Bersatu tersebut selain dihadiri pejabat Nasional maupun Daerah, juga dihadiri utusan dari Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Malaka serta utusan dari Negara tetangga Republik Demokratik Timor Leste. Mendagri didalam inti amanatnya menegaskan agar kita semua khusunya para pemuda-pemudi jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran sekalipun kita bekerja sendiri; ujarnya.
Menurut Cahyo, “dalam hal yang benar karena sebagai pejuang di era masa kini kita harus mempunyai berbagai cara agar tetap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya kita semua yang berada di daerah perbatasan antar negara, sambil mengacungkan tangan dan menyebut “NKRI” dan dijawab peserta upacara “Harga Mati” sebanyak 3 kali.
Setelah pelaksanaan upacara Hari Sumpah Pemuda, kemudian dilanjutkan dengan atraksi akbar berupa pagelaran seni tari-tarian khas masyarakat kabupaten Belu yang dilakukan oleh utusan para pelajar se Kabupaten Belu, utusan penari pelajar kabupaten Malaka, utusan penari dari Kabupaten Timor Tengah Utara serta utusan penari dari negara tetangga Timor Leste yang dikemas dalam balutan Festival Fulan Fehan (FFF) Kabupaten Belu tahun 2017.
FFF yang dipersiapkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut akhirnya berhasil dilakukan para penari dengan jumlah penari Likurai mencapai kurang lebih 6000-an penari. Dan sebagai gambaran bahwa Tarian Likurai sendiri merupakan tarian khas masyarakat kabupaten Belu yang biasa dilakukan masyarakat sebagai tarian untuk menyambut kemenangan peperangan ataupun tarian untuk menyambut hasil panen yang berlimpah.
Keberhasilan pelaksanaan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 maupun FFF tahun 2017 di Kabupaten Belu tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui peran serta panitia pelaksana kegiatan yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten Belu serta persiapan para penari Likurai yang berasal dari kalangan pelajar sekolah negeri maupun swasta di 12 kecamatan se kabupaten Belu, penari tamu dari Kabupaten Malaka dan TTU serta penari dari negara tetangga, Timor Leste.
Pada pelaksanaan upacara kali ini Pemerintah Kabupaten Belu menyelenggarakannya dengan mengambil lokasi yang telah menjadi “brand ambassador” pada sektor pariwisata bagi masyarakat kabupaten Belu yakni padang rumput Fulan Fehan yang diharapkan akan dikembangkan menjadi salah satu potensi destinasi wisata masa depan. (Dok.IT)

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com