20170815035032

Atambua, InfoPublik – Masyarakat di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain bisa merasakan Indonesia juga ada di wilayah perbatasan.

Demikian ungkapan yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu Kornelis Besin kepada InfoPublik di ruang kerjanya, Selasa (15/8). “Mereka merasa Indonesia juga ada di perbatasan, tidak hanya di Jakarta,” katanya.

Pria asli Atambua ini, ibukota Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, menjelaskan biasanya warga desa di tapal batas hanya melihat keindahan Jakarta melalui siaran televisi. Kini, sejak PLBN Motaain diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2016, sedikit kemegahan Jakarta ada di depan mata mereka.

“Bahkan, pos lintas batas kita jadi lebih megah daripada milik negara tetangga. Saya ingat kata Presiden waktu peresmian dulu, jangan pos perbatasan seperti kandang,” kenang Kornelis yang turut hadir langsung waktu Presiden berkunjung akhir tahun lalu.

PLBN Motaain tepatnya berlokasi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Di Kabupaten Belu sendiri, terdapat 36 desa di delapan kecamatan yang berada di sekitar wilayah perbatasan dengan Timor Leste.

Dinas Kominfo Belu, tambah Kornelis, memiliki tugas penting untuk mendukung program pemerintah dalam mengembangkan kawasan PLBN. Apalagi, hal ini sudah merupakan amanat Presiden Joko Widodo, yakani melakukan pembangunan dari pinggiran, yang tertuang dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

“Menyambut Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia, kami melakukan sejumlah kegiatan. Antara lain, pemasangan umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di sepanjang perbatasan, pemutaran film yang mengandung pesan nasionalisme, serta sejumlah kegiatan olahraga,” kata Kornelis.