KEBUTUHAN AIR SUDAH MENJADI URAT NADI PEREKONOMIAN WARGA BELU

Facebookrssyoutube

Oleh : Stefantje Bele Bau

“NTT hanya bisa berkembang jika ada air, untuk itu akan terus dibangun waduk besar di NTT termasuk di Kabupaten Belu, selain Waduk Rotiklot, sesuai permintaan Bupati Belu akan dipikirkan tambahan waduk lagi” inilah sepenggal pernyataan yang diungkapkan Presiden RI, Joko Widodo saat berkunjung ke Kabupaten Belu, Rabu(28/12/2016).

Ungkapan Presiden RI ke tujuh ini menjadi sinyalemen kuat, bahwa keadaan wilayah NTT termasuk wilayah Kabupaten Belu yang sudah dikunjunginya sebanyak 3 kali telah dipahami secara baik. Kabupaten Belu sebagai pintu masuk bagi lalulintas masuk keluar barang dan orang dari Timor Leste memiliki segudang potensi yang bisa dikembangkan. Tanaman holtikultura sebagai leading sector perekonomian warga batas perlu di dukung dengan keberadaaan air yang melimpah, mengingat wilayah ini memiliki fluktuasi musim kemarau yang teramat panjang. Apabila sinyaleman orang nomor satu RI ini menjadi kenyataan, alhasil…kesenjangan ekonomi di wilayah berpenduduk ratusan ribu jiwa ini sedikit demi sedikit dapat teratasi.

Bagai gayung bersambut, kondisi keterbatasan air ini juga mendapat perhatian khusus kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan. Sebagai janji politik, duet kepemimpinan ini terus bekerja keras untuk mendatangkan air sebagai “urat nadi” wilayah Kabupaten Belu dalam mendongkrak sektor perekonomian di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan di wilayah ini.

Menyikapi krisis air bersih, pemerintah telah melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk mendapat restu penarikan sumber mata air ‘molas oan’. Upaya itu telah menjadi titik terang, dimana tender pelaksanaan proyek penarikan sumber mata air ‘molos oan’ telah berjalan dan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Fakta empiris ini,tentunya menjadi kabar gembira bagi warga Kota Atambua yang selama ini di dera kekurangan air bersih.

Setidaknya krisis air selama ini dapat teratasi. Selain upaya itu, Pemerintah juga telah melakukan pembangunan sumur-sumur bor dan pembangunan embung di beberapa lokasi yang kekurangan air.
Lantas apa yang akan dilakukan oleh PemerintahKabupaten Belu jika suatu ketika pembangunan embung/waduk sudah terpenuhi?. Banyak orang mulai menghubung-hubungkan pembangunan waduk/embung dengan sawah dan tractor. Lalulintas pemikiran publik ini harus segera dirubah sesuai kondisi alam Kabupaten Belu yang berbukit-bukit, mudah longsor dengan curah hujan yang tidak pasti, dengan beralih ke tanaman holticulture seperti bawang merah, ubi ungu, cabai, buah-buahan dll.

Kondisi ini benar-benar dipahami oleh Bupati Belu, Wilybrodus Lay sehingga diawal kepemimpinannya sejak dilantik tanggal 17 Pebruari 2016 bersama Wakil Bupati Belu, Drs. JT. Ose Luan tela telah dilakukan berbagai “gebrakan strategis”seperti budidaya bawang merah tuk-tuk di Kecamatan Kakuluk Mesak, dan penanaman ubi ungu di seluruh wilayah Kabupaten Belu. Tidak hanya itu, disetiap kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, Bupati Willy selalu memotivasi masyarakat untuk menanam pisang, cabe, nenas, maek bako dll, sesuai dengan kondisi tanah di wilayah masing-masing.

Motivasi orang nomor satu ini kepada masyarakat, bukan hanya sekedar ‘lips service’, namun ia langsung memberi contoh praktis saat berkeliling kampung ke kampung guna mendorong semangat masyarakat untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat demi peningkatan ekonomi keluarga. Penanaman bawang merah tuk-tuk di Kecamatan Kakuluk Mesak yang merupakan daerah kawasan pantai boleh dikatakan sebagai sebuah inovasi baru yang mematahkan ‘mitos’pesimisme kebanyakan orang yang berteori tentang tanaman bawang yang tidak bisa tumbuh di daerah pantai.

Sejak pemimpin Belu pertama hingga beberapa kali berganti pimpinan tidak satupun yang pernah mencoba mengembakbiakkan tanaman bawang di daerah pantai utara ini. Semuanya berkeyakinan, bahwa hal ini akan sia-sia belaka. Begitupun dengan budidaya tanaman ubi ungu yang mulai marak. Sejak ubi ungu dilegitimasi menjadi komoditi pangan alternatif bagi masyarakat Kabupaten Belu,animo masyarakat membludak seiring dengan pemerintah mendatangkan beribu-ribu anakan ubi ungu yang kemudian didistribusi kepada masyarakat untuk ditanam di lahan masing-masing. Tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang ini, hampir ditanam oleh sebagian besar masyarakat Kabupaten Belu, dan kini masyarakat sudah panenan dan mengkomsumsi ubi ungu.

Terkait ketersediaan air, apabilaEmbung Rotiklot telah selesai dikerjakan dan menyediakan air yang cukup, sudah pasti kawasan pantai utara yang sudah berhasil mengembangkan tanaman bawang mera tuk-tuk, dapat memperluas lahan garapan untuk meningkatkan luas lahan produksi bawang merah tuk-tuk dan tanaman holticultura lainnya seperti ubi ungu, cabai dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana dengan wilayah pegunungan di Kabupaten Belu yang saat ini juga banyak dibangun embung-embung kecil untuk menampung air? Tentunya air yang tertampung di embung-embung kecil ini akan dimanfaakan untuk menyiangi tanaman holticultura seperti bawang merah tuk-tuk dan ubi ungu serta tanaman lainnya yang dapat memberikan kontribusi pendapatan ekonomi kepada masyarakat.

Selain pengembangan tanaman holticultura, pemerintah Kabupaten Belu juga akan mengembangkan potensi peternakan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang selama ini tidak dikelola. Untuk mendesain tata ruang perekonomian, pemerintah pun memperjelas pemetaan melalui foto udara (Drone) dan telah dipresentasikan dihadapan Tim Ahli Kementerian Pertanian RI beberapa saat yang lalu.

Menurut hemat pemerintah, dalam waktu dekat pohon ataupun tanaman –tanaman yang tidak mempunyai nilai ekonomis akan dibasmi, selanjutnya akan digarap menjadi padang pengembalaan yang luas sekaligus menjadi lahan untuk menanam pakan (makanan ternak). Semua upaya Pemerintah ini akan berjalan dengan baik, apabila ada dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Belu, karena sebaik apapun program pemerintah, jika tidak didukung oleh masyarakat, tentu akan menjadi sia-sia. Semoga……….***
Sumber: Protokol dan Komunikasi Publik Setda Belu

Facebookmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com