JANGAN BIARKAN POLIO MERENGGUT NYAWA ANAK

Facebookrssyoutube

981353_1507609942879676_5753645259387907102_o 981353_1507610019546335_7041623343368909494_o

ATAMBUA, Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai dari tanggal 8-15 Maret 2016, mengharuskan semua bayi dan balita umur 0-59 bulan dibawa ke pos-pos PIN terdekat seperti Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Rumah Sakit, untuk mendapatkan 2 tetes vaksin polio. Kabupaten Belu sendiri perlu menyukseskan PIN Polio tahun 2016 ini, dengan wilayah administratif yang terdiri dari 12 kecamatan, 81 desa/kelurahan, akan membuka Pos PIN sebanyak 423 buah dengan jumlah sasaran sebanyak 17.430 bayi/balita. Demikian diketengahkan Bupati Belu Willybrodus Lay dalam sambutannya, ketika mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat Kabupaten Belu, yang berlangsung di Kantor Lurah Atambua, Selasa (08/03/2016).

12841313_1507610189546318_4079291954221474070_o 12828416_1507610372879633_4631358512065589556_o

Lebih lanjut Bupati Willy Lay mengemukakan, hingga saat ini negara endemis Polio telah berkurang dari 125 negara menjadi hanya 2 negara atau lebih dari 99 persen yakni negara Pakistan dan Afganistan.
“Sementara Indonesia bersama dengan negara-negara di regional Asia Tenggara telah mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO pada tanggal 27 maret 2014 lalu,” katanya sambil menambahkan walaupun dinyatakan bebas polio, resiko penyebaran polio di Indonesia tetap tinggi,selama virus polio liar masih bersirkulasi di dunia dan faktor resiko untuk terjadi penularan masih tetap ada, oleh karena kekebalam masyarakat yang belum optimal.

12841412_1507610286212975_4641631692255690188_o 12829408_1507609409546396_8009167636666824912_o

Theresia M. Saik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu yang juga Ketua Panitia Pencanangan PIN Polio tingkat Kabupaten Belu, dalam laporannya mengemukakan sesuai rekomendasi sidang World Health Assembly tahun 2012 bahwa pencapain eradikasi polio (Erapo) merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat global. Dalam inisiatif pencapaian Pemusnahan Polio global dibutukhan komitmen global di mana setiap negara perlu melaksanakan beberapa tahapan yakni pemberian imunasisi tambahan polio secara nasional penggantian Trivalen Oral Polio Vaksin atau Polio Tetes yang akan beralih ke Polio Injeksi atau Bivalen Oral Polio Vaksin.

12829405_1507609346213069_2557112231635472236_o 1495250_1507609419546395_2916820304470467931_o

Menindaklanjuti komitmen tersebut, Kementerian Kesehatan RI menetapkan agenda Nasional PIN Polio tahun 2016 dalam rangka eradikasi polio tersebut dengan beberapa kegiatan yakni PIN Polio pada bulan Maret 2016 untuk 33 Provinsi kecuali Jogyakarta, Penarikan Trivalen Oral Polio Vaksin dan Pendistribuasian Bivalen Oral Polio Vaksin dan Introduksi penggunaan Vaksin IPV (Inactivitaded Polio Vacksin).

Pencanangan PIN Polio Tahun 2016 tingkat Kabupaten Belu ini, ditandai dengan penabuhan gong oleh Bupati Belu. Usai penabuhan gong, dilanjuutkan dengan pemberian imunisasi PIN Polio secara simbolis kepada bayi balita yang ada di Posyandu Tanah Merah, oleh Bupati Belu dan Forkompinda Belu, Ketua Tim Penggerak PKK , Ketua DWP Kabupaten Belu dan para Pimpinan SKPD.

Hadir pada acara Pencanangan PIN Polio itu Wakil Ketua DPRD Belu Jermias Manek Junior, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Robert, SH, Dandim 1605 Belu, Moch Nanang Nazmudin, Kabag Sumda Polres Belu Simon Bria, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Norman Syahreda, Wadanyon 744/SYB Chandra, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu Lidvina Viviana Lay Ng, Ketua Darma Wanita Persatuan Gaudensiana Luruk Bere, Camat Kota Atambua dan para Lurah, orang tua bersama bayi balita yang akan divaksin serta undangan lainnya. (humassetdabelu)

Reporter dan Foto : Herry Klau

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1507610836212920&id=100008920532196

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com