JAGUNG BAKAR, SI KUNING MANIS DAN PEDIS DI PINGGIR LAPANGAN ATAMBUA –BELU, NIKMAT JUGA MEMBAWA REJEKI.

Facebookrssyoutube

batar1

Matahari hampir tenggelam diufuk barat, warna jingga dari biasan sunset pun memenuhi Lapangan Umum Atambua. Dijalan terlihat beberapa orang mengendarai kendaraan roda empat dan roda dua masih dengan berseragam kantor, sepertinya hendak pulang kerumah masing-masing. Sedang dilapangan umum, ramai anak-anak seusia yang masih duduk di bangku SMP sedang bermain Sepak Bola, dan sepertinya memang sedang ada pertandingan sore hari itu. Namun mata saya beralih dan tertuju pada beberapa lapak dipinggiran Lapangan Umum Atambua, yang masing-masing lapak tersebut ramai dikunjungi baik anak-anak, remaja bahkan orangtua. Setelah saya mendekati barulah terlihat ternyata mereka sedang mengantri untuk membeli jagung bakar.

Yah, Jagung Bakar di Lapangan Umum Atambua merupakan salah satu cemilan andalan bagi semua kalangan yang sering berjalan-jalan sore ditempat tersebut. Selain harganya yang sangat terjangkau, rasanyapun sangat menggugah selera. Saya pun memesan 1 jagung bakar sambil menyapa Erni salah sorang penjual jagung bakar andalan saya ditempat tersebut, setelah berkenalan sayapun mengajaknya ngobrol seputar jagung bakar jualannya.

Erni Tlonaen mengisahkan ia dan suaminya Mundus Mali sudah berjualan jagung bakar sejak tahun 2006 berawal dari melihat penjual jagung bakar di Kota Kupang, lantas mereka mencoba peruntungan bisnis ini di Atambua. Ternyata peluang jagung bakar yang memang belum ada di Atambua pada waktu itu sungguh membuahkan hasil, dari berjualan jagung bakar ini mereka mendapatkan rejeki yang lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan hidup, tapi juga meningkatkan taraf hidup keluarganya. Erni Mendapat stok jagung dengan membeli dari beberpa tempat dalam Kabupaten Belu. Meskipun telah mempunyai lahan sendiri, namun kendala tenaga kerja maka lahan mereka belum dapat diolah sehingga mereka masih membelinya dari orang lain dan bersyukur juga dengan begitu mereka juga membantu orang lain untuk meningkatkan ekonomi mereka. Tapi sayang jagung yang disediakan oleh petani di Belu hanya jenis Hibrida dan Pulut, sedangkan untuk jagung manis Erni dan Mundus menyediakan bibit kemudian memberikan pada para petani untuk ditanam, dan pada waktunya panen mereka membeli dengan harga yang lebih murah (karena bibit jagung manis disediakan oleh mereka sendiri). Erni mengatakan dalam sehari mereka menjual ±200 bulir jagung pada hari-hari biasa, namun pada hari-hari tertentu saat ada even di Lapangan Umum dan sekitarnya maka mereka bisa menjual 2 hingga 3 kali lipat. Erni menambahkan bahwa jagung manis dan pulut lebih diminati oleh konsumen dari pada jagung hibrida. Hal ini dikarenakan tekstur dari jagung manis dan jagung pulut yang lebih lembut bila dibakar, bahkan saat dinginpun jagung ini masih tetap enak untuk dinikmati, dibandingkan dengan jagung hibrida yang menjadi keras saat sudah dingin. Sambil bercerita  Erni sesekali melayani pembeli yang datang, kemudian membakar jagung pesanan tersebut. Saya pun juga sambil menikmati jagung bakar yang sudah saya beli sejak datang ketempat tersebut.

Cara membakar jagung pun masih tradisional yakni dengan menggunakan alat pemanggang dari seng yang mempunyai kaki dari besi sebagai penopang, kemudian disi arang sebagai sarana api untuk membakar jagung tersebut, serta sesekali arang atau bara tersebut dikipas menggunakan kipas dari anyaman daun lontar, hmmmmm………sungguh tradisional. Namun soal rasa jangan disangsikan, justru pembuatan yang sederana ini yang membuat jagung tersebut semakin nikmat, apalagi cara menikmatinya tidak hanya langsung dimakan usai dibakar, namun tiap pembeli bisa menambahkan mentega dan “Sambal Lu’at”* sesuai selera, sungguh menambah kelesatan jagung bakar tersebut. Sambil menunggu Erni melayani para pembeli, saya pun menyempatkan diri berbincang dengan beberapa pembeli yang sedang makan jagung bakar milik Erni, kebanyakan dari mereka sekedar jalan-jalan sore kadang juga sambil nonton pertandingan sepak bola atau kegiatan lainnya, mereka mengatakan “jagung bakar itu enak, murah, mengenyangkan juga ditambah praktis, makannya bisa sambil jalan-jalan juga.

batar2

Setelah selesai melayani pembeli, tapi masih sambil membakar beberapa jagung, saya dan pun melanjutkan obrolan kami .Erni dan Mundus mengakui dari hasil jagung bakar ini ia dan suaminya bisa menyekolahkan bahkan menabung untuk pendidikan anak-anak mereka, membangun rumah, dan membeli aset tanah lainnya serta membeli 1 unit Mobil yang juga digunakan untuk usaha. Hmmmmmm, saya sedikit tercengang karena dari jagung bakar yang dijual seharga Rp 1.000 pada awal tahun berjualan tahun 2006 hingga kini tahun 2016 harganya sudah menjadi Rp 4.000 untuk jangung hibrida dan Rp 5.000 untuk Jagung Manis dan Pulut. Erni dan keluarganya sungguh mendapat banyak rejeki. Yah, tentunya bukan hanya karena jagung bakar, tapi karena ketekunan, kesabaran, kerajinan serta upaya baik lainnya terlebih doa yang membawa mereka hingga mendapat rejeki seperti saat ini. Erni dan Mundus sudah mempunyai tugas masing-masing dalam berjualan jagung bakar. Mundus bertugas membawa jagung dari rumah serta mengupasnya. Sedangkan Ernilah yang membakar jagung-jagung tersebut. Namun jika dilapangan sedang diadakan acara maka Erni dan Mundus membuka 2 tempat jualan jagung bakar, hal ini dikarenakan membludaknya pembeli jagung bakar. Maka dari itu mereka berdua bahkan penjual jagung bakar lainnyapun sangat senang jika dilapangan digelar suatu acara, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, karena pendapatan mereka pada waktu itu bisa mencapai 2 hingga 3 kali lipat dibanding hari biasanya. Erni menambahkan kadang ke-2 anaknyapun ikut membantu mereka berjualan, meski hanya menjadi kasir atau menerima uang bayaran dari pembeli, tapi hal inipun atas dorongan anak-anak mereka sendiri, mereka tidak merasa malu saat membantu orangtuanya berjualan, bahkan mereka sangat senang tutur Erni, karena pada esok harinya anak-anak mereka akan mendapat jatah uang jajan yang lebih dari hari biasanya, selain itu hal inipun tidak menggagu jam belajar dirumah, karena pada waktu tertentu Mundus akan mengantarkan anak-anak kembali pulang kerumah.

Saya pun lanjut menanyakan apakah mereka tidak berniat utuk membuka atau membuat tempat khusus jagung bakar yang lebih bagus atau khusus serta mengembangkan aneka rasa jagung bakar tersebut itu sendiri. Namun Erni dan Mundus tidak mengiyakan hal tersebut, karena mereka lebih menikmati berjualan seperti saat ini, dan ditempat seperti ini pula. Para penikmat jagung bakarpun lebih menyukai tempat ini, karena mereka bisa sambil berjalan-jalan dilapangan atau hanya sekedar duduk makan ditempat jagung bakar sambil menikmati pemandanagnan dan keadaan sekitar, seperti halnya yang saya sendiri lakukan saat ini. Saat ditanya tentang bagaimana persaingan dengan teman-teman lain yang juga berjualan hal yang sama dengannya, mereka mengatakan rejeki tiap-tiap orang pasti ada, jadi tidak perlu takut, justru dengan adanya persaingan asalkan sehat makin memotivasi dirinya untuk memberi yang lebih baik bagi tiap pembeli. Sayapun menutup perbincanangan tersebut sambil menyelesaikan jagung bakar yang sudah 2 bulir saya makan. Hmmmm benar-benar nikmat.

Hingga saat ini penjual jagung bakar di Kota Atambua semakin banyak, baik yang hanya berjualan dipinggiran Lapangan Umum bahkan sudah banyak pula yang membuka jualan jagung bakar dihalaman rumah mereka serta dipinggir-pinggir jalan contohnya di depan Patung Kuda Gerbades.

Jagung sendiri merupakan makanan khas orang NTT tidak terkecuali di Atambua-Belu. Pengolahannyapun beragam, dari direbus, di bakar, digoreng, ditumbuk dan dimasak bersama nasi, dan masih banyak lainnya. Bersyukur bahwa, orang-oang Atambua semakin bisa menangkap peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan walaupun untuk dirinya sendiri sehingga bisa megurangi pengangguran dan malah menambah pendapatan ekonomi  ditambah lagi pemanfaatan bahan lokal yang juga memberi dampak ekonomi  bagi orang lain.

(*Sambal Luat merupakan sambal khas NTT, dibuat dari campuran Lombok yang diulik, jeruk nipis diiris tipis, garam dan daun kemangi).

batar3

Informasi tambahan. (sumber: http://manfaatnyasehat.blogspot.co.id/2014/01/kandungan-dan-manfaat-jagung-untuk.html)

Jagung yang memiliki nama Latin Zea mays L. termasuk ke dalam famili Poaceae dan berasal dari Amerika Latin. Jagung merupakan salah satu bahan pangan pokok selain padi dan gandum. Banyak sekali makanan olahan yang berasal dari jagung, baik itu makanan olahan maupun yang tradisional. Contohnya adalah pop-corn, jagung bakar, nasi jagung, dsb.
Bahkan, belakangan ini ekstrak jagung dimanfaatkan sebagai bahan pemanis alami pengganti gula. Pemanis dari jagung ini dinilai lebih baik karena rendah kalori sehingga bagus untuk penderita diabetes.

Kandungan Nutrisi Jagung

Tak hanya kaya serat, jagung juga sumber karbohidrat kompleks, dan sejumlah zat gizi lainnya seperti vitamin B, dan C, karoten, kalium, zat besi, magnesium, fosfor, omega 6, dan lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan kolesterol.

Kandungan nutrisi dalam 100gram jagung:

Untuk mendapatkan kandungan serat dari jagung, Anda harus mengkonsumsi jagung utuh, bukan jagung olahan.

Manfaat Jagung untuk Kesehatan

Karena kandungan nutrisinya yang cukup lengkap, jagung sangat bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini kita bahas beberapa khasiat jagung diantaranya:

Kesehatan Mata
Senyawa lutein dan zeaxanthin merupakan bagian dari senyawa karotenoid yang membentuk pigmen kuning di retina dan menyerap sinar biru, sinar berbahaya dari matahari, penyebab katarak dan makula degeneratif.

Menurunkan Berat Badan
Serat kasar pada jagung memberi rasa kenyang yang lebih lama sehingga cocok untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Serat kasar ini juga dapat mencegah sembelit yang kerap terjadi pada orang gemuk..

Melancarkan ASI
Jagung kaya kalium yang bersifat diuretik (melancarkan air seni) sehingga dapat mengatasi iritasi saluran kemih, menurunkan kadar asam urat, dan mencegah batu ginjal.

Mencegah Kanker
Dari penelitian yang dilakukan Louisiana State University, mereka yang rajin makan jagung terbukti jarang terkena kanker usus besar, payudara, dan prostat. Besar kemungkinan kandungan betakaroten dan serat yang tinggi. Jagung juga mengandung protease inhibitor (saat diteliti pada hewan ternyata dapat mencegah pembentukan sel kanker).

Kesehatan Gigi
Penelitian yang dilakukan di 47 negara yang penduduknya rajin mengonsumsi pati jagung, gigi mereka ternyata jarang berlubang.

Mencegah Penyakit Jantung
Penelitian di Illionis State University menunjukkan, pria yang menjalani diet rendah lemak, dan makanannya ditambah 20 g jagung setiap hari selama 6 minggu, kadar trigliserida (salah satu jenis lemak penyebab penyakit jantung) turun hingga 13%.

Mencegah Diabetes
Jagung yang memiliki indeks glikemik yang rendah tidak serta merta menaikkan kadar gula darah sehingga baik diasup oleh penderita diabetes mellitus.

Manfaat Lainnya
Sementara penelitian di University of Southern California menunjukkan, mereka yang tinggi kadar lutein dalam darah dapat mencegah penambahan plak di arteri jantung. Serat larutnya berkhasiatmenerunkan kolesterol. Kandungan asam folatnya menurunkan kadar homosistein (kadar homosistein yang tinggi dapat mengakibatkan serangan jantung).

Facebookmail

You may also like...

1 Response

  1. Obat Hernia says:

    Makan jagung bakar saat cuaca seperti ini sangat enak sekali…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com