INFRASTRUKTUR

Infrastruktur merupakan prasarana layanan dasar kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat termasuk aktivitas pelayanan pendidikan dan kesehatan. Kondisi infrastruktur menentukan tingkat efektivitas dan efesiensi produksi serta kualitas interaksi sosial masyarakat, yang akhirnya menentukan tingkat daya saing daerah secara keseluruhan. Oleh sebab itu Pemerintah Daerah Kabupaten Belu semakin serius dalam mengembangkan sektor ini dari hari ke hari. Pada tahun 2009­2014 ada beberapa program dan kegiatan yang dilakukan guna menjawab kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang memadai. Beberapa dari keseluruhan program kegiatan sektor ini meliputi pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan pengairan lainnya, lingkungan sehat perumahan dan pembangunan jalan lingkungan. Pada tahun 2013 telah dibangun Monumen Selamat Datang yang terletak di Kecamatan Tasifeto Barat sebagai monumen juga sebagai ikon dan identitas Kabupaten Belu. Data mengenai program dan kegiatan dan sebarannya tahun 2009-2014 pada Tabel berikut:

SEBARAN INFRASTRUKTUR TAHUN ANGGARAN 2009/2014 DI KABUPATEN BELU

NO KEGIATAN PAKET PEKERJAAN LOKASI SUMBER DANA
1 Pengembangan &
Pengelolaan Jaringan
Irigasi , Rawa &
Pengairan Lainnya
– Peningkatan Jaringan Air Minum Taeksoruk Taeksoruk DAK/PIK
– Peningkatan Jaringan Air Minum Rotiren Rotiren DAK
– Peningkatan Jaringan Air Minum Bauho Bauho DAK/PIK
– Peningkatan Jaringan Air Minum Wetear Wetear DAK/PIK
– Peningkatan Jaringan Air Minum Fulanmonu Fulanmonu DAK/PIK
– Peningkatan Jaringan Air Minum Tuntuni Tuntuni DAK
– Peningkatan Jaringan Air Minum Faturika Faturika DAK
– Peningkatan Jaringan Air Minum Wenaka – Weebun Wenaka – Weebun DAK Tambahan
– Peningkatan Jaringan Air Minum Wematawain Wematawain DAK Tambahan
2 Lingkungan Sehat
Perumahan
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Lelowai Lelowai DAK

DAU Pendamping
DAK Tambahan

– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Dafala Dafala
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Buburlaran Buburlaran
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Naekasa Naekasa
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Dirun Dirun
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Taekto’o Taekto’o DAK Tambahan
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Nufuak Nufuak DAK Tambahan
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Lapangan Umum Kel. Atambua Atambua DAK Tambahan
– Pembangunan Sanitasi Lingkungan Silawan Silawan DAK Tambahan
3 Pembangunan Jalan
Lingkungan
– Pembangunan Jalan Lingkungan Tohe (PIK) Tohe Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Aitaoun (PIK) Aitaoun Silpa
– Pembangunan Jalan Setapak Kel. Beirafu (PIK) Beirafu Silpa
– Pembangunan Jalan Setapak Kel. Fatukbot (PIK) Fatukbot Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Kel. Manuaman (PIK) Manuaman Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Gerbades I Gerbades Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Wekatimun Wekatimun Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Belakang BKKBN Belakang BKKBN Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Weaituan Weaituan Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Tulamalae Tulamalae Silpa
– Pembangunan Jalan Lingkungan Fatubenao Fatubenao Silpa
4 Luncuran 2013 – Pembangunan Monumen Selamat Datang DBPH PRO. DAU

Sumber: Bidang Olga Karya, Dlnas PU & P Kab. Belu Tahun 2014

Pembangunan embung merupakan sarana penampungan air tanah dan air hujan dan menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur untuk menunjang pembangunan sektor ekonomi. Gambaran umum tentang kondisi embung tidak termasuk embung pertanian dan peternakan dan juga Iokasinya dapat dilihat dengan jelas pada Tabel  di bawah ini:

EMBUNG BERDASARKAN KECAMATAN DI KABUPATEN BELU TAHUN 2014

NO KECAMATAN DESA NAMA EMBUNG TAHUN PEMBANGUNAN KONDISI
1 Raimanuk Tasain Weklese 2013 Balk
Faturika Faturika 2007 Rusak Ringan
Duakoran Duakoran 2013 Baik
Mandeu Labur 2013 Baik
2 Tasifeto Barat Derokfaturene Derokfaturene 2013 Balk
Leloai 2011 Rusak Ringan
Tulatudik 2012 Baik
Bakustulama Bakustulama 2013 Baik
Naekasa Welorlaran 2013 Baik
Halikelen 2103 Balk
Oetfo 2013 Balk
Tukuneno Kotafoun 2013 Balk
Masmae 2013 Baik
3 Kakuluk Mesak Kenebibi Kenebibi 2013 Baik
4 Nanaet Duabesi Dubesi Dubesi 2009 Rusak Ringan
Fohoeka Kenebibi 2013 Baik
Nanaenoe Nanaenoe 2010 Rusak Berat
5 Kota Atambua Fatubenao Haliulun 2007 Balk
Haliulun 2011 Baik
6 Atambua Selatan Lidak Lolowa ,- Baik
7 Tasifeto Timur Fatubaa Debubot 2013 Baik
Dafala Beduren 2011 Baik
Manleten Manleten 2013 Baik
Tobir 2013 Baik
Bortetuk 2013 Baik
8 Lasiolat Raiulun Dualasi Raiulun 2009 Rusak Berat
Dualasi Dualasi 2008, 2013 Baik
9 Lamaknen Fulur Maligel 2010 Rusak Berat
Kewar Aululi 2010 Baik
10 Lamaknen Selatan Henes Henes 2010 Rusak Berat

Sumber: Dinas PU & P Kab. Belu Tahun 2014

Total keseluruhan embung yang ada di Kabupaten Belu sejumlah 30 buah yang tesebar di 10 kecamatan. Sebanyak 4 (empat) buah embung dalam keadaan rusak berat, 3 (tiga) buah dalam keadaan rusak ringan dan sisanya sebanyak 23 buah embung dalam kondisi baik. Kecamatan yang paling banyak memiliki embung adalah Kecamatan Tasifeto Barat sebanyak 9 embung mengingat kecamatan ini merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Belu. Sedangkan Kecamatan Raihat dan Atambua Barat tidak memiliki embung.

Kabupaten Belu memiliki 29 daerah irigasi yang tersebar di 6 (enam) kecamatan, yaitu Raimanuk sebanyak 1 (satu) buah, Tasifeto Barat sebanyak 8 (delapan) buah, Tasifeto Timur sebanyak 9 (sembilan) buah, Raihat sebanyak 5 (lima) buah, Lasiolat sebanyak 3 (tiga) buah dan Lamaknen sebanyak 3 (tiga) buah. Kondisinya yang masih baik sebanyak 16 buah, 11 yang rusak ringan dan sisanya rusak berat. Pada Tabel dibawah dapat dilihat dengan jelas data mengenai daerah irigasi dan sebarannya.

DAERAH IRIGASI BERDASARKAN KECAMATAN DI KABUPATEN BELU TAHUN 2014

NO KECAMATAN DESA NAMA D.I TAHUN PEMBANGUNAN KONDISI
1 Raimanuk Teun DI Teun 2007, 2008, 2009, 2012, 2013 Baik
2 Tasifeto Barat Naitimu DI Halilulik 2012, 2013 Baik
Lawalutolus DI Buburlaran 2006 Rusak Ringan
Lookeu DI Lookeu 2011 Balk
Derokfaturene DI Lelowai 2006 Rusak Ringan
DI Tulatudik 2010 Baik
Bakustulama DI Buitasik 2007, 2011 Rusak Ringan
DI Halisikun 2013 Baik
Naekasa DI Webuni 2010, 2011 Rusak Ringan
3 Tasifeto Timur Fatubaa DI Taeksoruk 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2012 Balk
Dafala DI Maubusa 2009, 2010 Bak
Takirin DI Takirin 2009, 2012, 2013 Baik
DI Hasmetan 2010 Baik
Llmaklaran DI Haliwen 2009 Rusak Ringan
Sarabau DI Nubelu 2004, 2005, 2006 std 2013 Balk
Bauho DI Nubelu 2004, 2005, 2006 ski 2014 Baik
Halimodok DI Halimodok 2011 Baik
Tialai DI Raiikun 2008, 2009 Rusak Ringan
4 Rabat Tohe DI Webot 2006, 2011 Rusak Ringan
DI Haekesak 2009 Rusak Ringan
Maumutin DI Beabo 2009, 2010 Rusak Ringan
DI Holeki 2004, 2009, 2011 Rusak Ringan
DI Raimetan 2009 Rusak Ringan
5 Lasiolat Fatulotu DI Lahurus 2005, 2009 Balk
Lakanmau DI Lakanmau 2013 Baik
Raiulun DI Dualasi Raiulun 2009, 2011 Baik
6 I amaknen Mandeu DI Maudemu 2006 Baik
Leowalu DI Leowalu 2009, 2010 Rusak Berat
Lamaksanulu DI Halileki 2009 Rusak Berat
JUMLAH KESELURUHAN                    29 DAERAH IRIGASI

Sumber: Dinas PU & P Kab. Belu Tahun 2014

Selain infrastruktur jalan, embung dan daerah irigasi, kebutuhan jaringan air bersih juga sangat penting sehingga pemanfaatan sumber mata air yang ada di Kabupaten Belu perlu dioptimalkan. Data-data sumber air bersih yang ada di Kabupaten Belu dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:

NAMA, LOKASI, DEBIT & PANJANG MATA AIR DI KABUPATEN BELU

NO NAMA LOKASI DEBIT (Liter/Detik) PANJANG (m)
1 Silala Mahuitas 0.7 0
2 Fatulotu Fatulotu 2.5 o
3 Ski Berewen 2.5 0
4 Niti Webora 0.5 2820
5 Tukuneno Webereliku 1 2124
6 Dirun Lesuama (Tahap I) 2.5 2170
Lesuama (Tahap II) 2.5 3648
Berewen I 2.5 500
Berewen II 2.5 2792
7 Tasifeto Barat Inleat 1.5 150
8 Naekasa Motarama 2 4049

Sumber: Profil Daerah Kab. Belu Tahun 2013

 


Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com