FRESH FARM, LAHAN PERTANIAN DITENGAH HUTAN DUSUN TAEKSORUK. SIAP PANEN SEMANGKA NON BIJI SEPANJANG TAHUN.

Facebookrssyoutube

Fresh Farm

Siapa menyangka di Desa Fatubaa  Kecamatan Tasifeto Timur, tepatnya di Dusun Taeksoruk, setelah melalui perjalanan dari Kota Atambua melewati jalan berbatu-batu, menyabrangi  kali atau sungai yang lumayan luas dan melewati hutan serta sedikit merasakan Off Road karena kondisi tanah berlumpur akibat hujan yang mengguyur wilayah Atambua selama 2 hari, tapi ternyata kita bisa menemukan lokasi pertanian yang luas dan indah. Hamparan 5 Ha, walaupun belum sepenuhnya tapi hampir 75% lahan pertanian ini telah  dipenuhi dengan tanaman Holtikultura, diantaranya Semangka Non Biji, Edamame (kedelai Jepang), Tomat dan beberapa tanaman lainnya yang sungguh menyegarkan setiap mata yang memandang. Terutama buah semangka yang sementara dipanen. Siapa menyangka pula areal pertanian ini diusahakan oleh Ivon Sulaiman seorang ibu dari 2 orang anak serta istri dari Agustinus Lise Pio.

Fresh Farm, demikian nama yang diberi oleh Ivon Sulaiman untuk lahan pertanian miliknya, lahan pertanian ini merupakan warisan orangtua yang sudah dikelola sejak 29 tahun lalu. Namun di tangan Ivon lahan pertanian ini dikerjakan dengan lebih fokus sehingga memperlihatkan hasil yang lebih baik dan bermanfaat. Ivon mengatakan bahwa smua keberhasilan ini adalah karya Tuhan, karena sebelum lahan pertanian ini sukses memanen Semangka Non Biji dan Edamame, seperti halnya yang dialami setiap orang saat mulai usaha, ia pun mengalami jatuh dan bangun, yakni; dari mengalami gagal panen, mencoba menanam sayur-sayuran, jagung, dan beberapa tanaman lainnya.  Hingga pada akhirnya ia menemukan tanaman yang cocok untuk lahan pertaniannya yang juga menghasilkan dan mempunyai peluang kedepannya yakni; Semangka Non Biji, Edamame, Tomat dan masih da beberapa tanaman yang sementara juga dikembangakan salah satunya Tomtato (Tomat Potato atau Tomat kentang) yang mana nantinya dari 1 pohon tersebut akan menghasilkan umbi Kentang dan buah Tomat.

Ivon mengakui lahan ini bisa berhasil bukan hanya didukung oleh suami, anak-anak dan teman-teman, tapi lebih karena anak-anak daerah yang mempunyai potensi asal mau berkerja keras, rajin, tangkas dan kreatif. Seperti halnya Jovan, pemuda asal Lurasik yang bekerja di Fresh Farm, dialah yang mempunyai ide-ide menarik dan kreatif contohnya saja tanaman Tomtato yang sementara uji coba. Untuk itu Ivon berharap pada tiap anak daerah untuk berani berkreasi, asalkan pada hal yang positif pasti menghasilkan hal yang baik bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain.

Lahan

Di Fresh Farm ini dikelola oleh 1 orang maneger operasional, yakni Oscar. Oscar menuturkan bahwa pemeliharaan tanaman khususnya Semangka sama halnya seperti merawat bayi yakni memerlukan perhatian khusus dan telaten. Untuk pengawinan semangka non biji dan biji saja punya waktu khusus yakni haruslah pukul 6 pagi, selain itu untuk mendapat buah yang baik,maka tiap daun pada opohon semangka harus dihitung, jika lebih haruslah dipotong. Penyiraman semangka pun dilakukan per 1 lubang pohon, kemudian setelah 90 hari buah ini siap dipanen. Oscar manambahkan Semangka Non Biji yang dipanen perdana ini beratnya berkisar 5-6 kg bahkan ada yang 7,5 kg. Penanaman Semangka ini pun tidak dilakukkan serentak melainkan ada jeda waktu seminggu perbeberapa bedeng, sehingga Semangka di Fresh Farm ini dapat dipanen sepanjang tahun. Demikian halnya Edamame dan Tomat.

Meskipun pada saat ini Tomat mengalami gagal panen akibat penyakit tanaman, namun hal ini dijadikan pelajaran untuk bagaimana dapat menghasilkan tanaman Tomat yang lebih tahan terhadap cuaca maupun penyakit.

Ivon kembali menuturkan hingga saat ini lokasi pertanian Fresh Farm ini masih dalam pengerjaan perluasan area baik untuk penambahan lahan tanam, Cek Dam, arena bermain dan lain-lain. Karena Ivon dan para pekerja di Fresh Farm bercita-cita menjdaikan lahan pertanian juga untuk wisata rekreasi keluarga.  Selain itu juga dengan semakin bertambahnya tanaman buah-buahan yang bisa dipanen sepanjang  tahun maka Atambua bisa mendapatkan buah lebih murah. Ivon juga berharap agar kedepannya Farm House ini juga bisa menjadi contoh lahan pertanian di Kabupaten Belu.

Untuk diketahui panen Semangka Non Biji perdana dilakukan pada hari minggu tanggal 26 Juni 2016, dihadiri oleh Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan, Kepala Dinas Peternakan dan Plt. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Ir. Yerem Kali Taek, serta keluarga dan teman-teman dari Ivon Sulaiman. Sementara itu panen Edame perdana terjadi setahun yang lalu dan juga prnah dihadiri oleh Mantan Penjabat Bupati Belu Willem Foni, dan pada tahun ini penanamannya berkembang untuk diusahakan panen sepanjang tahun. Buah lain yang juga pernah dipanen dari lahan ini yakni; Mangga Arum Manis dan juga Alpukat. Untuk buah Semangka Non Biji yang sekarang dipanen dibandrol dengan harga Rp 50.000 perbuahnya yang beratnya berkisar 5 Kg. sedangkan Edamame dijual dengan harga Rp 30.000/Kg. perlu diketahui Edamame ini memiliki kandungan Protein yang tinggi diantara tumbuhan lainnya, tinggi Kalsium dan tanpa Kolesterol, nilai gizinya pun setara susu sapi, sehingga sangat baik dikonsumsi segala Usia.

Facebookmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com