Bupati Belu Willybrodus Lay, SH melakukan Kunjungan Kerja awal Tahun 2019 ke Desa Duarato Kecamatan Lamaknen.

Facebookrssyoutube


Rabu (23/01),Bupati Bersama rombongan disambut oleh orkestra suling bambu dari Siswa – Siswi SDI Duarato dan tarian Likurai serta pengalungan tais. Dalam kunjungan kerja ini, Bupati Belu didampingi juga sejumlah Pimpinan OPD terkait Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, diantaranya Asisten Perekonomian dan administrasi Pembangunan Sekda Belu – Drs.Arnoldus Bria Seo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan – Marsianus Loe, SH, Kepala Dinas Kesehatan – Theresia M.B. Saik, SKM, M.Kes, Kepala Dinas Sosial – Elly C.H.Rambitan, SH, M.Hum, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil – Drs. Willybrodus Leto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan pengembangan daerah – Frans Manafe, S.Pi,Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa – Januaria nona Alo,S.Ip, Plt. Kepala dinas Peternakan – Amandus Linci, S.Pt, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang – Vinsensius K. Laka, ST, Kepala Bagian Perekonomian Setda Belu – Ir.Fridolinus Siri Bein, Kepala Protokol dan Komunikasi Publik – Marianus F. Loe, S.IP.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri, anak dan luar ruangan

Dalam Kunjungan Kerja ini Bupati berkesempatan berdialog dengan masyarakat dan menyampaikan motivasi kepada masyarakat, agar bekerja keras dan giat untuk mengurangi angka kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kedatangan Bupati Belu beserta rombongan bukanlah untuk menghapus program bantuan sosial, melainkan menyampaikan kriteria – kriteria keluarga yang berhak menerima bantuan dan atau dikategorikan sebagai KK miskin.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri, orang menari dan luar ruangan

” Hari ini saya dan sejumlah dinas terkait hadir di tempat ini, karena memang saya ingin mendengar langsung dari masyarakat terkait angka kemiskinan yang selama ini tidak berkurang tetapi terus meningkat dari tahun ke tahun dan juga mengecek data – data penerima manfaat bantuan sosial seperti rastra yang berhak menerima dan tidak. “Kalau memang masih banyak KK menerima bantuan sosial artinya kita dianggap sebagai KK Miskin, saya sedih kalau di sebut sebagai KK Miskin atau kurang mampu, Ujar Bupati Belu.
Lanjut bupati, “terkait dengan persoalan penerima manfaat rastra, harus benar – benar keluarga yang berhak dan dikategorikan sebagai keluarga tidak mampu” katanya.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk dan dalam ruangan

Selanjutnya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu – Elly C.H. Rambitan, SH. M.Hum menjelaskan jumlah KK Miskin Desa Duarato yang masuk data Kementerian Sosial Republik Indonesia berjumlah 80 KK, yang menerima bantuan Rastra 45 KK dan Program Keluarga Harapan 40 KK. Pendataan KK Miskin berdasarkan dari Badan Pusat Statistik selanjutnya di serahkan ke Tim Pengelola Data dan yang menetapkan dari Kementerian Sosial RI.
Ada 14 kriteria penerima Bantuan Sosial (bansos) yang perlu diketahui masyarakat diantaranya lantai rumahnya tanah, atap rumah dari alang – alang, tidak menggunakan listrik, air minum dari kali, bahan bakar kayu api, tidak memiliki listrik, penghasil dan luas lahan 500 meter persegi, pendapatan dibawah RP. 600.000, 00 per bulan.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang tersenyum, orang berdiri, langit dan luar ruangan

Dalam kunjungan ini Bupati Belu memberikan kesempatan kepada seluruh Pimpinan OPD untuk menyampaikan hal – hal yang berhubungan dengan tugas dari masing – masing instansi.
Selanjutnya Bupati Belu Bersama Sejumlah Pimpinan OPD berkesempatan Melihat secara dekat Kondisi masyarakat dan luas lahan yang ada di wilayah desa setempat.

📷/Berita: AlfonsNorcy Seran & Sipri Luma

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.