Bertemu Wapres, Bupati Belu Sampaikan Komitmen Tingkatkan Produksi Sapi

Facebookrssyoutube

KBRN, Jakarta : Jumat, 7 April, bupati Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur, Willy Lay, bertemu langsung bersama wakil presiden, Jusuf Kalla di istana negara.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Willy Lay menyampaikan keinginan pemerintah Belu untuk kembali menggiatkan ternak sapi di wilayahnya.

Willy Lay mengatakan, wakil presiden Jusuf Kalla menyambut baik komitmen pemerintah kabupaten Belu untuk kembali menggiatkan ternak sapi dengan target produksi mencapai 50 ribu ekor pertahun.

Jumlah itupun meningkat hingga 10 kali lipat dari produksi yang ada saat ini.

“Di NTT disupply ke Jakarta diatas 100 ribu ekor dan saat ini satu tahunnya kurang lebih 50 ribu ekor. Di tempat saya sebelumnya 60 ribu dan saat ini kurang lebih 5-6 ribu ekor pertahun sangat kecil. Kita ingin tingkatkan kalau bisa menjadi satu tahun 50 ribu ekor,”papar Willy Lay di Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Dijelaskan Willy Lay, berbagai langkah dimulai oleh pemerintah kabupaten Belu untuk mencapai target itu.

Diantaranya, menata padang pastoral yang selama ini tidak terurusi dengan baik. Sehingga, ditumbuhi pohoh serta semak belukar.

“Kendalanya karena padang pengembalaan (padang pastoral) itu berubah fungsi dan kita ingin menata ulang. Kurang lebih harus 2-3 tahun bisa mencapai itu (target produksi ternak sapi 50 ribu ekor pertahun),”tambahnya.

Sementara, saat ini inseminasi buatan di Kabupaten Belu telah berjalan dengan jumlah ternak sapi sebanyak 17 ribu ekor.

Sedangkan, wakil presiden Jusuf Kalla juga berpesan kepada bupati Willy Lay untuk turut mengembangkan komoditi lainnya di kabupaten Belu seperti jambu mente dan mangga.

Ketika ditanya mengenai peluang investasi di sektor peternakan sapi, Willy Lay, menyatakan, hingga kini belum ada satupun investor yang datang secara khusus untuk menanamkan modal mereka bagi peternakan sapi di kabupaten Belu.

“Hal itu dikarenakan kondisi infrastruktur di kabupaten yang dipimpinnya itu belum sepenuhnya tertata rapi dan siap untuk menerima kedatangan investor terlebih dari pihak asing,”ungkapnya.

Meski demikian dikatakan Willy Lay, untuk saat ini pemerintah Kabupaten Belu justru mendorong terbentuknya badan usaha milik desa (BUMdes) terutama keterlibatan dari para pemilik ternak sapi.

“Terlebih, saat ini dengan adanya anggaran dana desa (ADD) dengan besaran mencapai 1 miliar lebih, turut memberikan dukungan bagi desa untuk mengembangkan BUMdes di kabupaten Belu,”tutupnya. (RM/HF)

sumber:http://rri.co.id/post/berita/380091/nasional/bertemu_wapres_bupati_belu_sampaikan_komitmen_tingkatkan_produksi_sapi.html

Facebookmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com