JANGAN LAHIRKAN PERBEDAAN DI MASYARAKAT

Facebookrssyoutube

JANGAN LAHIRKAN PERBEDAAN DI MASYARAKAT

ATAMBUA, Pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara serentak akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang. Berbagai persiapan pun telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun dari pihak penyelenggara. Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pada Senin, (07/09/2015) menggelar kegiatan Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu tahun 2015, yang berlangsung di aula gedung wanita Bete Lalenok.

Rapat tersebut dihadiri Forkompinda Belu seperti Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela, SH, Ketua Pengadilan Negeri Klas IB Atambua, Robert Limbo, Kasdim 1605 Belu, tokoh agama, tokoh masyarakat, Sekretaris KPU Kabupaten Belu, Panwaslu Kabupaten Belu, pimpinan SKPD, Camat, Kepala Desa, Kapolsek, Danramil dan peserta lainnya.

Penjabat Bupati Belu, Drs. Wilhelmus Foni, M.Si saat membuka kegiatan itu mengemukakan rapat koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi sehingga pada pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu yang akan dilaksanakan pada tangga 9 Desember 2015, berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
“Rapat ini sangat penting dan bermartabat, sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi pesta demokrasi yang tinggal dua-tiga bulan ke depan,” ungkapnya.

Mantan Kepala Biro Pemerintah Propinsi NTT ini mengungkapkan sebagai pengejawantahan dari langkah antisipastif itu, pihak-pihak terkait dan seluruh elemen masyarakat memiliki peranan yang sangat urgent dan hakiki, sehingga keinginan yang sama untuk menghadapi pesta ini dengan aman, lancar dan damai sesuai harapan.
“Para pemangku kepentingan mulai dari Kepala Desa, Camat memiliki andil yang sangat besar dalam proses ini. Oleh karenanya diharapkan tetap menjaga sikap netralitas dan stablitas politik yang ada, sehingga bertepatan dengan pelaksanaannya tidak ada konflik dan sentuhan-sentuhan kepentingan yang menimbulkan gesekan di masyarakat,” harapnya.

Sehubungan dengan netralitas dan upaya menjaga stabilitas politik yang aman dan damai, Kepala Dinas Sosial Propinsi NTT ini mengemukakan dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, seluruh komponen masyarakat harus dilibatkan secara aktif, sehingga pada akhirnya tidak ada yang ditinggalkan ataupun tidak ada yang merasa dikorbankan.
“Mari kita semua menciptakan dan menjaga situasi yang aman, damai dan tertib dalam menghadapi proses maupun pelaksanaan pesta demokrasi ini. Tentunya ada perbedaan-perbedaan dalam pilihan, tetapi kebersamaan dan persaudaraan harus tetap terjalin demi Rai Belu yang kita cintai ini,” ajaknya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KPU Kabupaten Belu, Gaspar Ati menjelaskan kepada peserta mengenai tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu yang sampai dengan saat ini sudah memasuki tahapan pemutakhiran data pemilih.
“Tahapan-tahapan sementara sedang berlangsung dan sekarang KPU Kabupaten Belu masih memproses Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kabupaten Belu yang jumlahnya sebanyak 137.243 Jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, dengan sebaran TPS sebanyak 357 buah,” katanya.

Ditambahkan Sekretaris KPU Kabupaten Belu bahwa melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kepada elemen terkait, agar memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya sehingga masyarakat memiliki hak pilih dan bisa menggunakan hak suaranya pada pemilihan mendatang,” jelasnya.
Melphy Marpaung, salah seorang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Belu, mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak laporan sejak dimulainya tahapan kampanye yang sudah memasuki hari ke-11.
“Laporan-laporan itu tetap kami tindaklanjuti dengan mengacu pada aturan yang berlaku sehingga fungsi pengawasan yang dilakukan tetap berjalan,” katanya sambil mengharapkan kepada komponen masyarakat agar tetap melakukan kerja sama yang baik mengingat terbatasnya jumlah personil Panwaslu Kabupaten Belu.

Sementara itu Kapolres Belu, AKBP Raja Sinambela, SH dalam arahannya mengungkapkan sebagai salah satu komponen penting yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada pengamanan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu, Polres Belu telah menggelar operasi yang diberi nama Operasi Mantap Praja Kasih 2015. Operasi ini dilakukan untuk mengawal dua kabupaten yakni Belu dan Malaka, dengan menempatkan posko operasi di Polres Belu, KPU dan Panwas.
“Sampai dengan saat ini semua masih berjalan aman dan tertib, dan itu juga menjadi harapan seluruh masyarakat di perbatasan, agar pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati pada waktunya bisa berjalan aman dan tanpa ada konflik,” ungkapnya datar.

Usai memberikan pemaparan, dilanjutkan dengan tanya jawab dan dialog dari peserta kepada panelis, untuk mendapatkan persepsi yang sama terkait dengan kegiatan Rapat Koordinasi yang dimaksud. (humassetdabelu)

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com