AKSELERASI INOVASI TATA KELOLA PEMERINTAHAN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING DAERAH (PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DAERAH ) 2018

Facebookrssyoutube

Bupati Belu,Wilibrodus Lay SH membuka dengan resmi kegiatan Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan di Aula , Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah(BP4D) Kabupaten Belu  Senin 23 April 2018. Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Para Asisten Setda Belu , Pimpinan OPD , Camat ,Lurah dan para  Pejabat lainnya di lingkup Pemerintah Daerah  Kabupaten  Belu.

Bupati Belu, Willibrodus Lay SH dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara RI yang telah menetapkan / memilih Kabupaten Belu sebagai salah satu Kabupaten yang mengakselerasi inovasi tata kelola pemerintahan dalam upaya meningkatkan daya saing daerah,  yang mana merupakan program  prioritas Nasional yang harus dilaksanakan dan ditingkatkan di Kabupaten Belu.

Lanjut Bupati Belu , bahwa salah satu spirit inovasi adalah berbuat kebaikan kepada orang lain dengan niat yang tulus tanpa dipaksakan oleh siapapun, tapi harus dilandasi cinta dan rasa  memiliki yang kuat, sehingga segala sesuatu yang dikerjakan akan dapat diselesaikan dengan baik.

Pada prinsipnya Bupati Belu sangat mendukung Program pemerintah pusat ini. Selanjutnya Bupati Belu Wilibrodus Lay SH mengajak seluruh pimpinan OPD mari kita berinovasi dan membangun kerjasama dalam  rangka  terwujudnya tata kelola pemerintahan di kabupaten Belu.

Deputi Inovasi Lembaga Administrasi Negara RI Dr.Tri Wahyu Widodo,SH,MH dalam sambutannya menjelaskan bahwa Lembaga Administrasi Negara telah melakukan program Laboratorium Inovasi sejak tahun 2015. Dan total kab/kota ,propinsi yang telah mengimplemaentasi program Laboratorium sampai dengan akhir 2017 sebanyak 36 kabupaten/kota, propinsi di indonesia. Dan pada tahun 2018 program laboratorium Inovasi diadopsi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPENNAS) sebagai program prioritas nasional yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No.79 tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2018 dimana  Kabupaten Belu menjadi salah kabupaten yang dipilih oleh Bapennas , Kementerian keuangan dan Lembaga Administrasi Negara RI menjadi salah satu Lokus Laboratorium Inovasi di daerah Perbatasan.  Lanjut, Dr. Tri Widodo , daerah-daerah yang terpilih tersebut selanjutnya akan dijadikan sebagai daerah percontohan bagi kab/kota dan sekitarnya dalam hal inovasi tata  kelola pemerintahannya.

Deputi Inovasi Lembaga Administrasi Negara RI kembali menjelaskan bahwa, yang perlu dilakukan dalam program Laboratorium Inovasi ini adalah kita ingin memastikan bahwa daerah tersebut mampu mendorong , menghasilkan dan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk mengakselerasikan perbaikan pelayanan publik dan  tata kelola pemerintahan ,serta  menjadikan daerah-daerah tersebut sebagai percontohan bagi kabupaten/kota dan daerah disekitarnya untuk melakukan inovasi di sektor publik. Sehingga keberadaan Kabupaten Belu dalam program ini akan menjadi strategis bukan hanya untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam pemanfaatan pelayanan kepada masyarakat, akan tetapi diharapkan Kabupaten Belu menjadi contoh , Banchmark  bagi kabupaten/kota lainnya di wilayah perbatasan.

 

 

 

(Redaksi, Nelis/ Nelchy)

Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com