BUPATI BELU PIMPIN RAPAT PENANGANAN COVID-19 TINGKAT KAB. BELU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (24/08), Bupati Belu- dr. Taolin Agustinus Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Dandim 1605/Belu – Kolonel Inf. Wiji Untoro dan Kasat Binmas Polres Belu – AKP. Sutrisno Tulakoy memimpin Rapat Penanganan Covid-19, bertempat di Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Belu.
Mungkin gambar 2 orang dan orang duduk
Kagiatan yang dihadiri Satgas Covid – 19 Kabupaten Belu, Camat, Lurah, Perwakilan RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Kepala Puskesmas dan Pejabat yang mewakili pimpinan OPD Kabupaten Belu ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan data kasus Covid -19 serta mengevaluasi kinerja Satgas Covid -19 di Kabupaten Belu. Selain itu, Rapat Penanganan Covid- 19 ini dilakukan agar setiap tim Satgas Covid-19 bersama TNI-POLRI, para Camat, Lurah, para Kepala Desa, Toko Masyarakat, RT dan RW agar saling berkoordinasi secara baik dan selalu mengontrol peningkatan Covid-19 di Kabupaten Belu, sehingga bisa mengambil suatu tindakan yang lebih cepat dan tidak mengganggu psikologis masyarakat.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang duduk dan orang berdiri
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM pada kesempatan tersebut meminta kepada Satgas Penanganan Covid-19 agar terus melakukan pendekatan secara persuasif kepada setiap masyarakat yang terkena Covid-19 dan diwajibkan kepada petugas kesehatan agar mendata secara baik dan benar setiap orang yang terkena Covid-19.
“Hari ini kita lakukan koordinasi pasien-pasien yang positif untuk dibawah ke pusat isolasi terpadu dan kedepan akan lebih diintensifkan isolasi dan pendeteksian kasus di lapangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ada pun tempat isolasi ada di setiap Puskesmas. Dan disetiap kecamatan ada empat titik isolasi terpusat dilengkapi dengan tempat tidur yang cukup,” ungkapnya.
Mungkin gambar 5 orang, orang duduk dan orang berdiri
Bupati Taolin Agustinus juga mengakui bahwa, yang menjadi kesulitan selama ini adalah masyarakat yang terinfeksi Covid-19 tidak mau dibawa ke tempat isolasi. Karenanya, pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif bersama Tokoh Masyarakat, RT/RW, Lurah untuk membawa orang-orang tersebut ke tempat isolasi terpusat, untuk selanjutnya akan diadakan evaluasi secara berjenjang, sehingga tingkat kesembuhan pasien covid-19 bisa dimininalisir, serta hunian Rumah Sakit pun tidak meningkat.
“Kita akan menggunakan Kantong GeNose C-19 untuk melakukan tes dengan cara tiup, sehingga masyarakat tidak mengalami ketakutan dengan harapan agar setiap masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan,” ucapnya.
Mungkin gambar 1 orang, duduk dan dalam ruangan
Sementara itu, Dandim 1605/Belu – Kolonel Inf. Wiji Untoro dalam arahannya menyampaikan bahwa, masyarakat yang terkena Covid-19 sudah melakukan isolasi mandiri sehingga mengalami kesembuhan. Hal ini sebagai contoh bagi masyarakat lain yang sementara ini terkena Covid agar memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar dalam proses penyembuhan yang terjadi pada diri mereka.
“Masyarakat yang sudah sembuh perlu menyampaikan proses penyembuhan, sehingga ketika kita kita kunjungi, mereka tidak mengalami ketakutan,” tandasnya.
Usai pertemuan, diadakan diskusi dan tanya jawab Bupati Belu bersama peserta yang hadir terkait Covid-19 di Kabupaten Belu.
Berita: Dora
Foto: Frans Leki
Video: Jhon Dasilva
Editor: Elias Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.