PERNYATAAN SIKAP DAN HIMBAUAN FKUB BELU PASCA BOM BUNUH DIRI DI GEREJA KATEDRAL MAKASSAR

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB.BELU — Selasa (30/03), Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belu mengecam keras peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar pada hari Minggu, 28/03/2021 sekitar pukul 10.26 Wita.
https://scontent.fdps5-1.fna.fbcdn.net/v/t1.6435-9/166311637_2266390630158631_5810704135881858344_n.jpg?_nc_cat=109&ccb=1-3&_nc_sid=8bfeb9&_nc_ohc=wUPJs4gfFCgAX9uctFz&_nc_ht=scontent.fdps5-1.fna&oh=6d79016f0a7cd6edac7bbf5128662f3b&oe=60878761
Pernyataan sikap dan himbauan ini dibacakan oleh Wakil Ketua I FKUB Kab. Belu – Pendeta Yufliana A. Wahi Takene, S.Th, didampingi Ketua FKUB Kab. Belu – Romo Stef Boisala, Pr dan Wakil Ketua II FKUB Kab. Belu – Kaliman Lamarobak, S.Pd, dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Belu, Kabid Ekonomi, Sosial dan Budaya pada Kesbangpol Kab. Belu serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu yang berlangsung di Kantor Sekretariat FKUB Kab.Belu, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat.
Mungkin gambar 2 orang dan orang berdiri
Ada 4 poin peryataan sikap yang dibacakan oleh Wakil Ketua I FKUB Kabupaten Belu, Pdt. Yufliana A. Wahi Taneke, S.Th antara lain, Poin pertama, menegaskan bahwa peristiwa Bom Bunuh diri ini merupakan suatu aksi terorisme yang ingin membunuh kehidupan banyak orang.
Poin kedua, motif tersebut harus diselidiki secara cermat, transparan dan akuntabel dengan pertanyaan dasar, mengapa target bom itu justru diarahkan kepada gereja yang sementara melakukan peribadatan pada pesta gereja?.
Poin ketiga, peristiwa ini juga telah mencederai, merendahkan bahkan menghancurkan martabat dan nilai – nilai kemanusiaan dan pada gilirannya mengganggu ketenteraman dan keharmonisan hidup bersama dalam negara Pancasila.
Poin keempat, mengecam keras tindakan oknum, perorangan atau kelompok yang telah melakukan tindakan bom bunuh diri yang menimbulkan keresahaan, kepanikan dan ketakutan banyak orang.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri dan duduk
Selain 4 poin pernyataan sikap Pengurus FKUB Kabupaten Belu juga menghimbau kepada masyarakat khususnya Pimpinan Agama dan umat Kabupaten Belu yang sedang menyelenggarakan rangkaian perayaan Paskah tahun 2021 di tempat ibadah masing – masing agar meningkatkan kewaspadaan didalam menyelenggarakan dan mengikuti rangkaiaan perayaan Paskah.
Pengurus FKUB juga meminta kepada Umat Katolik dan Kristen dapat bekerjasama dengan umat beragama lain untuk saling membantu dalam menjamin keamanan bersama aparat keamanan, di seputar tempat perayaan selama berlangsungnya rangkaian pesta paskah.
Tetap tenang, tidak terprovokasi oleh peristiwa bom bunuh diri atau berbagai issue lainnya yang mengganggu konsentrasi pada perayaan paskah.
Mungkin gambar satu orang atau lebih
Pada kesempatan tersebut, FKUB Kabupaten Belu juga meminta bantuan keamanan dari Polri dan TNI, untuk menjaga di sekitar tempat perayaan, saat perayaan berlangsung dan setelah seluruh umat kembali ke rumah.
Usai menyampaikan pernyataan sikap dan himbauan kepada umat di Kabupaten Belu, dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan sikap dan himbauan oleh Pengurus FKUB Kabupaten Belu.
Foto/Berita : Tim Peliput
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.