KALAPAS ATAMBUA PANEN JAGUNG WARGA BINAAN

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU –Sabtu (06/03) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Atambua – Edward Hadi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Prov. NTT mewakili Pemerintah Provinsi NTT melakukan Panen Jagung Hibrida Bisi 18 sekaligus meresmikan Kolam Ikan Air Tawar serta Pondok Asimilasi dan Edukasi Warga Binaan pada Lahan seluas 10 Ha di Lapas Kelas llB Atambua.
Mungkin gambar luar ruangan dan teks yang menyatakan 'PANEN RAYA JAGUNG HASIL PEMBINAAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) LAPAS ATAMBUA KERJA SAMA DITJENPAS KEMENKUMHAM KEMENTAN DAN BAPPENAS OLEH BAPAK WAKIL GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR DI LAPAS ATAMBUA'
Kepala Lapas Kelas IIB Atambua – Edward Hadi dalam sambutannya mengatakan program pembinaan kemandirian merupakan salah satu bentuk pembinaan terhadap warga binaan, guna memberikan bekal agar kembali ke masyarakat dapat menjadi anggota masyarakat yang baik dan bertanggung jawab, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, dan tertuang dalam visi dan misi Ditjen Pemasyakatan. Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Atambua yakni pembinaan pertanian berupa penanaman jangung, padi, sayur-mayur, pembinaan peternakan berupa peternakan sapi, kambing dan ayam potong. Khusus ayam potong kami bekerjasama dengan PT. Sinar Jaya Kupang, pembinaan perikanan berupa kolam ikan air tawar jenis ikan nila.
Mungkin gambar bunga dan luar ruangan
Lanjutnya, dalam rangka mendukung program pembinaan katahanan pangan sesuai dengan resolusi pemasyarakatan Tahun 2020, Ditjen Pemasyarakatan Kemekumham bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan BAPPENAS, melaksanakan penanaman jagung hibrida bisi 18. Guna menindaklanjuti kerjasama tersebut, Ditjen Pemasyarakatan menunjuk 11 unit pelaksana teknis Lembaga Pemasyakatan dan Rumahn Tahanan Negara seluruh Indonesia sebagai tempat melaksanakan produk pertanian tersebut termasuk salah satunya Lapas Kelas llB Atambua dengan luas lahan kurang lebih 10 hektar area. Penanaman jagung hibrida tersebut mulai dilaksanakan pada tanggal 11 November 2020 dengan melibatkan 20 narapidana asimilasi, di awasi langsung petugas Lembaga Pemasyakatan serta didamping ioleh perwakilan Kementerian Pertanian.
Diakhir sambutan Kalapas Atambua mengucapkan limpah terima kasih kepada Pemprov NTT dan semua dukungan dari seluruh stakeholder.
“Kepada bapak Wagub, melalui bapak Asisten Perekenomian dan Pembangunan kami ucapkan terima kasih, dan mohon dukungannya agar pelaksanaan pelayanan pemasyarakatan kepada warga binaan dan masyarakat semakin membaik,” ungkap Kalapas.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri dan luar ruangan
Wagub NTT yang diwakili Asisten Perekonamian dan Pembangunan Prov. NTT – Ir. Samuel Rebo menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada Kalapas Kelas llB Atambua, karena apa yang diprogramkan Lapas Atambua serarah atau singkron dengan ketahanan pangan nasional maupun program dari Pemprov NTT untuk menjadikam NTT sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional.
Lanjutnya, lewat kesempatan ini atas nama Pemprov NTT saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Belu melalui Plh. Bupati Belu agar terus menggenjot produksi pertanian yang ada di Kabupaten Belu yakni pertanian tanaman pangan, holtikultura dan berbagai pertanian produk lainnya. Pemprov juga memikirkan sampai dengan aspek pemasaran dalam program tjps sudah di siapkan stakeholder yang siap membeli hasil produksi petani, salah satunya BUMD yaitu PT. Flobamor yang akan siap tampung hasil produksi para petani.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang duduk dan luar ruangan
Pemerintah berharap agar rangkaian produksi sampai pemasaran ini terus ditata, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan dapat memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga binaan Lembaga Permasyarakatan Atambua, sehingga ketika selesai berada di Lapas, warga binaan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang cukup untuk mampu mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain, tutupnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wagub NTT diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daerah Sekda NTT – Ir. Samuel Rebo, Kepala Kantor Wilayah Kemkumham Provinsi NTT – Mercy Dominika Djone, SH, Plh. Bupati Belu – Frans Manafe, S.Pi, Ketua DPRD Kab. Belu – Jeremias Manek Seran Junior, Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham NTT – Drs. Garnadi, M. Si, Dandim 1605 Belu, Kejari Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Kadis Pertanian Kab. Belu, Camat Atambua Selatan, Lurah Fatukbot dan Perwakilan Polres Belu dan insan pers.
Foto/Berita: Ichy K & Rio BB
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.