SOSIALISASI BIAS BAGI KEPALA SEKOLAH DAN GURU UKS

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (19/11), Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang kesehatan adalah upaya pembinaan anak usia sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha Kesehatan Sekolah dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar anak melalui perilaku hidup bersih dan sehat, menciptakan lingkungan yang sehat serta meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah. Untuk menyukseskan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belu melakukan Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2020 di Aula Susteran SSPS Atambua.
Kegiatan yang dihadiri para Kepala Sekolah, Guru UKS, dan Pengelolah Program Imunisasi se – Kabupaten Belu ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Kepala Sekolah/Guru UKS tentang Bulan Imunisasi Anak Sekolah dan meningkatkan cakupan pelayanan Imunisasi BIAS.
Dalam sambutan Pjs. Bupati Belu yang dibacakan oleh Penjabat Sekda Belu – Frans Manafe, S.Pi mengatakan BIAS merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia yang meliputi pemberian imunisasi bagi siswa Sekolah Dasar kelas 1-2 dan kelas 5. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus dan November. Melalui kegiatan BIAS bulan Agustus siswa kelas 1 SD mendapatkan Imunisasi Campak/MR. Pada bulan November siswa kelas 1 mendapatkan Imunisasi DT dan siswa kelas 2 serta 5 mendapat Imunisasi TD. Pemberian imunisasi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan jangka panjang bagi anak terhadap penyakit campak/Rubela, Difteri dan Tetanus.
Menurutnya, untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelayanan Imunisasi Anak Sekolah diperlukan kepedulian dari semua pihak, tidak hanya tenaga kesehatan yang berperan tetapi dukungan dari keluarga, Kepala Sekolah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini.
“Menjadi tugas kita semua untuk terus melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman bagi orang tua dan masyarakat akan pentingnya imunisasi, sehingga tidak ada lagi penolakan dari orang tua dan masyarakat terhadap pemberian imunisasi,” ungkapnya.
Lanjutnya, keberhasilan pelayanan imunisasi memerlukan pelayanan yang bersifat komprehensif dan terpadu yang harus melibatkan banyak pihak. Untuk itu diperlukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak antara lain dengan lintas sektoral, organisasi sosial masyarakat, organisasi profesi serta dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama agar pelayanan imunisasi menjadi pelayanan yang dapat diterima sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita mengharapkan generasi Belu masa depan harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Jika anak – anak terlahir sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas, maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa,” ucapnya.
Dalam kegiatan Sosialisasi BIAS sebagai narasumber Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu serta dokter Spesialis Anak RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.
Foto/Berita: Frans Leki
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.