SOSIALISASI PROGRAM IMUNISASI BAGI TOGA DAN TOMAS SE-KAB. BELU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (18/11), Imunisasi merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah lain yang terbukti cost effective. Dengan imunisasi dapat mencegah dan membentuk kekebalan tubuh anak – anak terhadap penyakit seperti Polio, Campak, Hepatitis B, TBC, Difteri, Partusis, Tetanus dan Meningitis. Bila dibiarkan tanpa perlindungan vaksinasi lengkap, dapat berakibat serius termasuk kecacatan seumur hidup dan kematian.
Untuk maksud tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu melakukan program sosialisasi kepada Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Pengelola Imunisasi Puskesmas se- Kabupaten Belu sebanyak 72 perwakilan peserta. Kegiatan Sosialisasi ini berlangsung di Aula Susteran SSPS – Atambua yang dibuka secara langsung oleh Pjs. Bupati Belu – Drs. Zakarias Moruk, MM.
Dalam sambutan Pjs. Bupati Belu – Drs. Zakarias Moruk, MM menyampaikan, pemahaman kesehatan merupakan pemahaman nasional yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan awal 0 bulan sampai berakhirnya kehidupan manusia. Pembangunan bidang kesehatan saat ini mempunyai beban ganda (Double Burden), yaitu beban masalah penyakit menular dan penyakit degenerative. Pemberantasan penyakit menular sangat sulit karena penyebarannya tidak mengenal batas wilayah administratif. Salah satu upaya mencegah terjadinya penyakit menular yang merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak.
Pjs. Bupati Belu berpesan agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang memiliki peranan penting dan strategis bahkan menjadi panutan dalam kehidupan sosial masyarakat dapat mempengaruhi pola perilaku masyarakat, dapat membantu para medis menyebarluaskan informasi dan dapat memotivasi orang tua betapa pentingnya imunisasi bagi anak – anak adalah hal yang sangat mulia. Karena dengan imunisasi dapat melindungi anak – anak dari penularan penyakit infeksi, anak dapat tumbuh dengan sehat dan mengurangi resiko kecacatan bahkan resiko kematian karena anak – anak merupakan generasi penerus masa depan bangsa.
Lanjut Pjs. Bupati Belu, di era pandemi Covid-19 sebagaimana kita ketahui Kabupaten Belu sudah zona merah dengan 3 kasus terkonfirmasi maka diharapkan kesadaran masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, memakai masker bila keluar rumah dan menjaga jarak bila berada ditempat umum/ kerumunan orang, harapnya.
Usai pembukaan kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan ceramah oleh narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dokter spesialis anak dari RSUD Mgr. Gab. Manek SVD serta Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Berita/Foto : Tim Peliput
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.