PELAYANAN TETAP BEROPERASI, PLBN MOTAAIN AKTIFKAN DUA POSKO TANGANI PELINTAS BATA

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (22/04), Meskipun sudah ada arahan secara lisan dari Pemerintah Provinsi NTT melalui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tentang Penutupan Pos Lintas Batas Motaain- Indonesia, namun Pelayanan PLBN Motaain – Indonesia tetap beroperasi setiap hari dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Hal ini dikarenakan kebijakan menutup PLBN ada pada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Selain itu juga, pelayanan tetap berjalan dengan maksud Mahasiswa atau warga Negara Timor Leste yang datang dari Zona Merah dan masih berada di Wilayah sekitar Kabupaten Belu untuk difasilitasi dan didorong melitas ke Negara Timor Leste. Demikian dikatakan Plt. Administrator PLBN Motaain, Engelberthus Klau, S.IP., M.Si.
Untuk meningkatkan dan memperketat pengawasan terhadap Pelintas atau Mahasiswa dari Zona Merah terdampak COVID -19, Plt. Administrator PLBN Motaain menjelaskan Pihak PLBN telah mengaktifkan dua Posko Penanganan COVID – 19 antara lain Posko Keberangkatan dan Posko Kedatangan. Di posko tersebut akan dilakukan pemeriksaan dan pendataan secara ketat dalam rangka mencengah penularan dan penyebaran COVID – 19.
“ Melalui Posko keberangkatan ini kita akan mendata riwayat perjalanan pelintas WNA tersebut, dan juga mengaktifkan penyemprotan disinfektan terhadap barang – barang bawaan pelintas sedangkan di posko kedatangan kita mengaktifkan Aplikasi Peduli Lindung yang disponsori oleh Kementerian Kominfo RI yang mana setiap WNA yang datang dari Negara Timor Leste akan menginstal aplikasi tersebut dan orang itu akan terpantau selama 14 hari,” ujar Engelberthus Klau.
Terkait pelintas Barang, dirinya menambahkan lock down pintu batas Negara Timor Leste ini diberlakukan hanya untuk pelintas orang saja, sementara Pelintas barang tetap diperbolehkan masuk ke Negara Timor Leste.
Plt. Administrator mengatakan, pada prinsipnya kalau arahan itu sejalan dengan Pemerintah Pusat akan kami dukung tetapi jika tidak sesuai, Pihak PLBN sebagai pelaksana akan berpatokan pada kebijakan Pemerintah Pusat.
“ Sampai dengan saat ini kita masih tetap membuka pelintas barang untuk ekspor ke Negara Timor Leste sesuai dengan instruksi Gebernur NTT bahwa pembatasan itu hanya kegiatan impor jadi pelintas barang tetap dibuka seperti biasa dan tidak ada pembatasan barang,” tandasnya.
Berita/Foto: Stefantje Bele Bau, Norci Man & Cransen Fontes

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.