GUBERNUR NTT MINTA DATA AKURAT 300 RIBU KK, UNTUK PROGRAM BANTUAN PEMERINTAH PUSAT

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat ( 17/04) Usai mengikuti Vidcon Bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT ) – Victor Bungtilu Laiskodat, SH., M.Si didampingi Wakil Gubernur NTT – Drs. Yosef Naisoi, MM melakukan Rapat Kerja melalui Video Conference (Vidcon ) yang diikuti Bupati / Wali kota se-Nusa Tenggara Timur dalam rangka membahas Penanganan Covid-19 di Nusa Tenggara Timur. Rapat Kerja tersebut diikuti Bupati Belu- Wilybrodus Lay, SH, Kamis (16/04).
Gubernur Nusa Tenggara Timur – Victor Bungtilu Laiskodat, SH., M.Si mengatakan Nusa Tenggara Timur mendapatkan alokasi 300 ribu KK bantuan dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu Gubernur mengharapkan kepada seluruh Bupati segera mengirim data-data secara baik sehingga bisa diakomodir dalam program penerima bantuan Pemerintah Pusat. Alokasi anggaran Pemerintah Provinsi telah menyiapkan Rp. 286.857.476 untuk menangani masalah penanganan Covid baik pada Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit untuk APD dan jaringan pengaman sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gubernur menambahkan untuk jaringan pengaman sosial kita tidak boleh tumpang tindih dengan Pemerintah Pusat. Kita sisir dulu mana yang belum sempat mendapatkan bantuan pusat 300 ribu KK tersebut, akan kita akomodir dari APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/Kota. Gubernur NTT meminta bantuan kepada Kapolda, Danrem dan Kejaksaan Tinggi untuk mengawal agar tidak terjadi tumpang tindih sehingga bantuan ini bisa tepat sasaran untuk masyarakat yang miskin yang tidak sempat terbantu oleh program Pemerintah Pusat, dapat kita intervensi lewat program-program Pemerintah Provinsi dan Kabupaten / Kota.
“ Tanpa Covid-19 pun NTT memiliki masalah besar yang dikarenakan oleh cuaca sehingga petani mengalami gagal panen. Juga memiliki masalah serius yakni Demam Berdarah. Memang secara nasional bahkan global Covid-19 menjadi ancaman serius dan kita terus mengikuti Protokol Kesehatan sesuai dengan arahan WHO tetapi kita juga tidak boleh mengalihkan perhatian kita terhadap Demam Berdarah yang terus meningkat dan bertambah. Oleh karena itu Gubernur meminta kepada seluruh Bupati/Walikota untuk serius terhadap penyakit Demam Berdarah dengan melakukan sosialisasi lewat Kepala Desa, Puskesmas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,”ungkapnya.
Gubernur menambahkan, berkaitan dengan gagal panen, Pemerintah Daerah juga harus memperhatikan melalui program-program pertanian khususnya jagung dengan memanfaatkan lahan yang potensial pada musim kemarau ini. Daerah-daerah yang mempunyai air yang cukup untuk dimanfaatkan secara optimal. Para Bupati/Walikota tetap mengikuti Protokol Covid-19 terus bekerja di lapangan untuk memberikan kepastian bahwa pemerintah hadir dan mampu mengerjakan segala sesuatu sehingga tidak adanya permasalahan baru.
Gubernur menegaskan agar mendorong pekerjaan-pekerjaan fisik infrastruktur tetap berjalan agar membantu masyarakat untuk dapat bekerja langsung dan pemberdayaan seperti itu diharapkan seluruh Kabupaten/Kota segera melakukan tender sehingga bisa dilakukan pengerjaan yang baik dan tepat waktu.
Gubernur NTT meminta kepada Bupati/Walikota untuk merencanakan secara cermat dan cerdas desain pembangunan dalam kondisi seperti ini, sebagai salah satu momentum untuk NTT Maju. Diharapkan Bupati/Walikota bersama Instansi terkait untuk betul-betul mempunyai data yang akurat sehingga bantuan Pemerintah Pusat bisa tepat sasaran.
Foto/Berita: Ana Ukat & Bene Luan
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.