PEMERINTAH DESA DUARATO SECARA SWADAYA BANGUN DUA POSKO CEGAH COVID -19

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis, (15/04). Keseriusan dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran suspeck Corona Virus Diseases 2019 /Covid-19, Pemerintah Desa Duarato melakukan rangkaian kegiatan penanggulangan dan pencegahan dengan membangun dua posko dan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat yang melintasi wilayah Desa Duarato, Rabu (15/04).

Kepala Desa Duarato – Geregorius Mau Bere ketika dijumpai Tim Kominfo Belu ditempat kerjanya menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden RI, Menteri Kesehatan RI, Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati dan Wakil Bupati Belu, yang sudah mengingatkan semua pihak hingga di desa – desa untuk bersama bersinergi dalam penanganan Covid – 19 ini.

” Terkait dengan penanganan Covid – 19 di Desa Duarato kami telah membangun dua posko yakni satu posko berbatasan dengan Desa Fulur dan yang lainnya berbatasan dengan Kecamatan Lamaknen Selatan. Ini kami lakukan, menindak lanjuti surat perintah dari Bapak Presiden RI, surat dari Kementerian Kesehatan RI, Bapak Gubernur NTT dan Bupati Belu, serta menindaklanjuti rapat kerja Covid-19 ditingkat kecamatan, sehingga berdasarkan komitmen bersama itu kami membuat isolasi wilayah dengan cara penyemprotan cairan disinfektan.

Kegiatan penyemprotan ini lebih fokus pada kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang datang dari ibu kota kabupaten dan desa lain yang melintasi wilayah Desa Duarato, kendaraan kita semprot dengan cairan disinfektan sebelum masuk ke wilayah Desa Duarato, dan tiap orang yang berada di atas kendaraan diwajibkan untuk mencuci tangan. Hal ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid -19 lewat kendaraan bermotor yang melintasi wilayah Desa Duarato sehingga masyarakat Desa Duarato dapat terhindar dari ancaman wabah Covid – 19 ini. Ada beberapa kendaraan yang membawa warga dari Timor Leste melalui jalur yang melewati Kecamatan Lamaknen Selatan, tidak tertutup kemungkinan diantara mereka terinfeksi virus ini sehingga kita awasi dan adakan penyemprotan pada kendaraan yang mereka tumpangi yang melintasi wilayah Desa Duarato.

Pihak kita juga mendata orang – orang yang hendak berkunjung ke Desa Duarato dan mewajibkan mereka untuk turun di Posko mengisi data diri dan tujuannya ke Desa Duarato, hendak berkunjung ke siapa, nama keluarga yang hendak dikunjungi juga harus ditulis supaya secara lokal kita dapat memantau mereka ini untuk menjaga penyebaran Covid – 19 ini, sehingga seandainya terjadi penularan Covid -19, rantai penyebarannya kita dapat ketahui dan saat yang bersangkutan meninggalkan wilayah Desa Duarato kita tetap awasi tujuan selanjutnya kemana, sedangkan penduduk Desa Duarato yang hendak meninggalkan wilayah Desa Duarato untuk beberapa waktu kita wajibkan untuk mengisi register hendak kemana dan tujuannya apa sepulang dari tempat yang mereka kunjungi kita tetap mendata siapa saja yang mereka jumpai atau berinteraksi dan apabila ada gejala sakit kita langsung mengadakan pengawasan terhadap yang bersangkutan.

Dikatakannya sistem pelaksanaan dalam penanganan Covid – 19 ini pihaknya mendahului atau mengambil start dengan dana yang dianggarkan sebanyak Rp. 15.000.000 untuk penanganan Covid – 19 ini.

” Atas kerjasama dan sinergitas yang baik antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Kapolsek, dan Kepala Puskesmas, meskipun dananya belum cair kami secara swadaya menjalani saja, kita ambil tindakan ini untuk secepat mungkin kita menangani penyebaran Covid – 19 ini agar tidak terjadi penularan terhadap anggota masyarakat Desa Duarato dan masyarakat di Desa tetangga lainnya,” ungkap kepala Desa Duarato.

Untuk diketahui penyemprotan disinfektan di Desa Duarato sudah terjadwal berdasarkan pembagian yang telah disepakati bersama oleh aparat desa dan masyarakat dan untuk sementara sumber dana dalam pengadaan alat-alat yang digunakan dalam penyemprotan ini masih dari swadaya bersama.

Berita/Foto: Hengki Mao

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.