KUNKER BUPATI BELU KE DESA DUAKORAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (17/3), Usai menghadiri kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ketrampilan bagi 30 pencari kerja di Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2020, di Lembaga Kursus Putri Sulu Obor Lebur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH melakukan kunjungan ke Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk dalam rangka tatap muka dengan masyarakat diwilayah itu guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Dalam kunjungannya, Bupati Belu didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu – Maria Goreti Kiik, SH dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu.

Kepala Desa Duakoran – Edmundus Ulu dalam laporanya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Belu, karena selama kepemimpinannya sudah menjawab kebutuhan masyarakat Desa Duakoran akan infrastruktur yang merupakan prasarana layanan dasar kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat termasuk aktivitas pelayanan pendidikan, kesehatan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa program dan kegiatan yang sudah dilakukan selama kepemimpinan Bupati Belu, yakni pembangunan jalan hot mix Lebur – Uarau. Bantuan perumahan tidak layak huni berjumlah 30 unit, terdiri dari 25 unit bantuan pemerintah pusat dan 5 unit bantuan Pemda Belu, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1.700 meter yang dibangun sejak 2019, pembangunan 3 unit embung yang merupakan sarana penampungan air tanah dan air hujan, pembangunan PAUD integrasi sebanyak 3 unit, perpipaan sepanjang 1500 meter, pelatihan pupuk organik yang digelar Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTN), pelatihan tenun ikat sejak 2016, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, pembuatan kerupuk dan minuman jahe pada 2017 serta budidaya tanaman porang.

Dirinya menambahkan, Desa yang berpenduduk 1.486 jiwa ini mengalami kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Kendala itu seperti, rendahnya SDM, kesadaran masyarakat masih kurang, kebanyakan masyarakat gagal tanam akibat curah hujan yang tidak menentu, masyarakat hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah, belum ada akses jalan beraspal dari Dusun Talara ke Dusun Buanurak, terbatasnya sumber mata air dan irigasi sehingga sumber mata air baku, masih ada rumah tidak layak huni sebanyak 187 unit dan untuk tahun ini akan dibangun 10 unit menggunakan dana desa, adanya serangan ular grayek pada pucuk tanaman jagung yang hingga saat ini belum bisa diatasi, ternak babi yang mati akibat terserang firus demam babi Afrika, masih ada Sarjana Pendidikan yang masih mengganggur, karena itu pihaknya meminta kepada instansi terkait agar dapat memberikan sumbangsi nyata bagi pembangunan Desa Duakoran ke depan sehingga mampu mengejar ketertinggalan dan menjadi lebih baik.

Untuk menunjang aktivitas pendidikan, Kades Mundus meminta kepada Bupati Belu untuk mendukung pihaknya dalam pembangunan SMP Satap Aurora yang rencananya akan dibangun di kompleks SDI Kenabu.

Bupati Belu dalam arahannya meminta kepada masyarakat agar menyiapkan lahan pertanian untuk ditanami berbagai tanaman ekonomis baik umur pendek maupun umur panjang demi menunjang kesejahteraan keluarga. Selain itu, setiap keluarga diwajibkan untuk memelihara hewan piaraan seperti ternak sapi untuk dijual guna menambah pendapatan keluarga. Untuk itu, masyarakat perlu membina dan membangun semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam memacu pembangunan di Kecamatan Raimanuk.

“Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Raimanuk – Drs. Tarsisus Edi, Kader Posyandu, Kader Keluarga Berencana (KB),Pendamping Keluarga Harapan (PKH) serta tokoh masyarakat setempat.

Usai tatap muka, Bupati Belu bersama rombongan meninjau lokasi program pemberdayaan masyarakat Desa Duakoran, yakni tanam jagung panen sapi diatas lahan seluas 1 hektar.

.
Foto/berita: Stefantje Bele Bau, Ichy Klau, Okto Mali & Frans Leki

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.