BUDIDAYA BAWANG MERAH DI MUSIM HUJAN MENINGKATKAN PELUANG BISNIS NAMUN BUTUH PERAWATAN KHUSUS

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Jumat (07/02), Bawang merah (allium cepa l.) merupakan tanaman semusim yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari – hari. Kebutuhan bawang merah dari hari ke hari semakin meningkat oleh karena hampir semua kebutuhan rumah tangga terutama pada masakan sangat membutuhkan komoditas rempah satu ini untuk sebagai penyedap makanan.

Gambar mungkin berisi: awan, langit, gunung, luar ruangan dan alam

Budidaya bawang merah telah banyak dibudidayakan para petani dan telah menyebar disetiap Provinsi di Indonesia. Tanaman bawang merah merupakan tanaman holtikultura yang sudah sejak lama dibudidayakan oleh petani secara intensif. Komoditas unggulan pertanian ini memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi disuatu wilayah.

Meskipun saat ini banyak petani bawang merah, namun dalam proses budidayanya masih ditemui berbagai kendala terutama dari segi teknis budidaya. Oleh sebab itu budidaya bawang merah secara baik dan benar harus menjadi perhatian ekstra dan utama oleh para petani bawang agar panennya melimpah. Jika secara teknis para petani menguasai cara menanam bawang merah, maka dimusim hujan pun bukan menjadi hambatan bagi para petani bawang untuk budidaya bawang merah.Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, gunung, luar ruangan dan alam

Daerah – daerah lain di Indonesia khususnya di Kabupaten Belu sebenarnya berpeluang cukup besar untuk pengembangan bawang merah. Selama ini penanaman bawang merah hanya dilakukan pada musim panas. Secara teknis, bawang merah mampu beradaptasi baik di tanam di dataran rendah, baik di lahan irigasi maupun dilahan kering, bahkan lahan berpasir sekalipun bisa tumbuh dengan baik. Dengan demikian bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan dilahan kering baik musim kemarau maupun pada saat musim hujan.

Patrisius Lopo, salah seorang petani dari kelompok tani Laran Diak mengatakan kelompok tani mereka saat ini telah melakukan budidaya bawang merah disaat musim hujan, yang mana para petani biasanya melakukan budidaya bawang merah di saat musim kemarau atau panas.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, langit, pohon, celana pendek, luar ruangan dan alam

“Selama ini orang tanam bawang merah di saat musim panas, tapi kelompok tani kami mau mencoba menanam bawang di saat musim hujan, dan ini adalah terobosan baru dari kelompok tani kami,” Ujarnya.

Menurut Patris, salah satu keuntungan menanam bawang disaat musim hujan begini adalah ketiba panen tiba orang lain baru mulai akan menanam bawang merah, persediaan bawang merah di pasar berkurang sehingga otomatis harga meningkat. Namun diakuinya, jika ditanam pada musim hujan butuh perawatan kusus terutama saat diguyur hujan mereka harus menyiram kembali dengan air bersih agar tidak terterang bakteri melalui tanah yang menempel di daun bawang.

Gambar mungkin berisi: tanaman, luar ruangan dan alam

Patris juga menyampaikan bahwa selain kelompoknya menanam bawang merah, mereka juga menanam tanaman maek bako di sela – sela tanaman bawang tersebut, sehingga jika bawang pada saatnya akan di panen, maka maek bako akan terus tumbuh subur di atas tanah tersebut, hal ini dilakukan karena melihat harga maek bako yang semakin tinggi di pasaran bisnis.
Patris juga berharap agar budidaya bawang merah yang di lakukan oleh kelompok tani Laran diak ini dapat menuai hasil yang baik, jika saat panen kelak. Dan di perkirakan saat panennya sekitar 65 -70 hari kedepanya.

Berita/Foto: Novita Bogar & Hengky Mao

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.