400 Karyawan Terkena PHK

Facebookrssyoutube
  • Di Kota Kupang, TTS dan Belu,
  • Dampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kupang – melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) sangat berdampak pada sejumlah perusahaan di NTT. Salah satunya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawan sejumlah perusahaan yang beroperasi di beberapa kabupaten dan kota di NTT.

Sejak Januari hingga September 2015 ini, tercatat sebanyak sekitar 400 karyawan sejumlah perusahaan di NTT terkena PHK. Bahkan ada dua usaha di Kota Kupang sudah ditutup, yaitu Apotek dan satu agen rokok. Demikian Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) NTT, Stanis Tefa, saat ditemui Pos Kupang di Swiss Berlinn Kristal Hotel Kupang, Rabu (2/9/2015).

Stanis menjelaskan, dua jenis usaha di Kota Kupang yang dia tutup karena tidak sanggup lagi melakukan pengadaan barang dan membayar gaji karyawan. Dari 400 orang karyawan yang terkena PHK, sekitar 150 orang di Kota Kupang, 200 orang di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan 50 orang di Belu. Ratusan pekerja yang di PHK tersebut adalah pekerja toko, apotek, supir angkutan kota, dan pekerja di pertambangan.

“Untuk apotek telah membayar pesangon karyawan sekitar 15 orang sampai 20 orang. Sedangkan agen rokok yang pindah ke Surabaya telah mengantarkan 15 karyawan tanpa memberikan pesangon atau hak-hak mereka,” ungkap Stanis.

Selain dua perusahaan tersebut yang merugi, kata Stanis, sejumlah pperusahaan lainnya telah mem-PHK-kan karyawan. Karyawan toko ungap Stanis, sekitar 10 orang sampai 15 orang perhari yang diberhentikan atau PHK.

“Pemilik perusahaan mempermasalahkan jam kerja dan waktu lembur karyawan, sehingga mereka diberhentikan. Bahkan ada salah satu yayasan di Kota Kupang yang tidak membayar gaji rektor dan para dosen,” kata Stanis.

Ia berharap pemilik perusahaan tidak perlu memperhatikan karyawannya. “Tapi mau bagaimana lagi, perusahaan menyatakan mereka rugi, sehingga tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa di tutup. Hanya pesangon para karyawan harus tetap dibayar, “tegas Stanis.
Menurut dia, bila masih bisa mempertahankan perusahaan, tidak perlu memperhatikan karyawan, cukup mengurangi jam kerja mereka. Sebab, kalau diberhentikan menambah jumlah pengangguran di NTT. Tapi fakta sekarang ini, demikian Stanis, sekitar 400 orang karyawan sejumlah perusahaan di PHK, maka NTT itu member andil terhadap penambahan angka pengangguran secara Nasional.

Menurut dia, pekerja dan pengusaha adalah mitra bukan rival, karena itu jagalah kemitraan antara pengusaha dan pekerja sehingga perusahaan bisa berjalan baik, pekerja pun tenang dalam melaksanakan tugas. Untuk itu, demikian Stanis, KSPSI NTT menyerahkan para pekerja yang baru memulai pekerjaannya harus melakukan perjanjian kerja terlebih dahulu antar pekerja dan pemilik perusahaan. Sebab, saat ini masih ada perusahaan yang enggan mendaftarkan para pekerja ke BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.

KSPSI terus melakukan pendekatan persuasif untuk mengadakan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan pada tanggal 1 september 2015. Masalahnya, kata Stanis, sampai saat ini PHK yang terjadi pada tenaga tambang di TTS harus dibayarkan hak-hak mereka. “Kami memberikan apresiasi kepada Swiss Berlinn Kristal Hotel yang managamennya adalah anggota KSPSI, semua hak-hak karyawan dipenuhi. Jika semua perusahaan seperti ini, kami senang,” ujarnya.

Stanis juga mengingatkan pengawas tenaga kerja harus meningkatkan fungsinya dengan baik. Petugas atau pengawas tenaga kerja di Provinsi dan Kabupaten/Kota jangan jadi komoditi politik. Contohnya, kata Stanis, di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, petugas atau pengawas, hanya dua orang. Terkadang petugas yang ada dipindahkan ke dinas lain. “Saya minta Gubernur dan DPRD NTT untuk bertindak. DPRD NTT jangan diam saja jika petugas atau pengawas tidak ada, tapi harus dijalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Jangan sepihak
Anggota komisi V DPRD NTT mewanti-wanti perusahaan yang ada di NTT tidak sepihak melakukan PHK terhadap karyawan akibat krisis ekonomi Nasional sebagai dampak terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS.

Wakil Ketua Provinsi V DPRD NTT, Drs. Kasmirus Kolo, M.Si, Rabu (2/9/2015) menyatakan, pemilik perusahaan di NTT tidak sepihak melakukan PHK terhadap karyawannya. Perusahaan, Kasmirus, harus melakukan komunikasi bersama, menjelaskan secara transparan alas an PHK karyawan. Apabila pemberhentian dilakukan semena-mena, karyawan punya hak mengadu kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten dan  Kota.

“Perusahaan jangan PHK sepihak terhadap karyawannya. Waktu masuk pertama khan ada kesepakatan soal gaji, item pekerjaan apa yang harus dikerjakan. Itu semua disepakati melalui penandatanganan surat. Jadi kalau dampak melemahnya nilai tukar Rupiah lantas pemilik perusahaan PHK karyawan secara sepihak, itu menggelar Undang-Undang ketenagakerjaan. Harus ada komuunikasi bersama, jelaskan kenapa memberhentikan karyawan disertai alasan yang logis,” tegas Kasmirus.

Menurut dia, apabila PHK dilakukan sepihak oleh perusahaan, maka karyawan punya hak untuk mengadu perusahaan kepada pemerintahan dalam hal ini Pembinaan Hubungan Industri (PHI) Kabupaten/Kota. Pemerintah yang memfasilitasi dalam bipartit mempertemukan antara pemilik perusahaan dan karyawan bersangkutan.

Kepala Seksi syarat-syarat kerja bidang PHI dan pengawasan ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Petrus Atin, mengatakan, sampai saat inni belum mendapat laporan dari Kabupaten atau Kota terkait PHK karyawan oleh pihak perusahaan.

“Biasanya ada laporan dari SPSI atau karyawan bersangkutan kala menghadapi masalah. Dan biasanya diselesaikan melalui bipartit, dimana pengawas atau penyidik melakukan mediasi untuk diselesaikan bersama. Kalau ada pengaduan dari karyawan, kami panggil perusahaan untuk menjelaskan alasan melakukan PHK. Tenggang waktu penyelesaian 30 hari untuk mereka bicarakan. Kalau persoalan PHK tidak bisa diselesaikan di Kabupaten/Kota, maka kami ambil ahli.” Kata petrus.

Sumber : Pos Kupang, Kamis 3 September 2015
Facebookmail

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com